Bisnis Terpukul Dampak Korona, Pelaku Pariwisata Curhat ke Pemprov Sulut

oleh
Tampak, salah satu tempat wisata paralayang di bukit Tetempangan yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, waktu lalu. (Istimewa)
MANADO – Bisnis pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat terpukul akibat wabah virus korona (Covid-19).
Ribuan tenaga kerja di sektor tersebut ikut terdampak yang sebagian besar terpaksa harus dirumahkan perusahaan.
Kondisi itu membuat para pelaku usaha pariwisata di Bumi Nyiur Melambai berharap ada solusi dari pemerintah untuk membantu mereka bertahan di masa sulit ini.
Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pariwisata, Dino Gobel mengatakan, Gubernur Olly Dondokambey telah menugaskan Wakil Gubernur Steven Kandouw untuk mengadakan pertemuan lewat video conference (vicon) dengan para pelaku pariwisata di Sulut pada Kamis (16/4) lalu.
“Pak wagub sudah mendengarkan berbagai keluhan para pelaku usaha yang memang terdampak wabah korona. Ada berbagai langkah yang disiapkan Pemprov Sulut,” terangnya, Jumat (17/4/2020).
Dino Gobel bersama Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Sulut, Henry Kaitjily memandu langsung jalannya percakapan lewat vicon tersebut.
Para pelaku pariwisata yang tergabung dalam vicon yakni Ketua GIPI Johny Lieke, Ketua Asita Sulut Merry Karouwan, Ketua Asita Manado Roy Berthy, Ketua ASPPI Sulut Masye Wowiling, Ketua Asosiasi GM Hotel se Sulut Putu Anom dan pengusaha lainnya. (Rivco Tololiu)