Penjual di Kantin Sekolah Harus Putar Otak Cari Penghasilan Lain

oleh
Ilustrasi tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah. (FOTO: Istimewa)

TOMOHON—Lintas sektor menjadi korban dengan serangan virus korona (Covid-19). Sekolah ditutup bukan semata berdampak pada sistem belajar yang kini beralih ke metode daring. Bagaimana dengan mereka yang mengais rezeki sebagai penjual di kantin sekolah?

“Ya. Semenjak sekolah ditututp Februari lalu, sekarang mencoba dengan menjual ikan masak di rumah untuk bisa memperoleh penghasilan,” terang Oma Mi, penjual di salah satu kantin sekolah Kota Tomohon, belum lama ini.

Senada disampaikan penjual lainnya yang berdomisili di Tomohon Utara. Mereka yang biasanya meraih penghasilan Rp400-500 ribu per hari saat jualan di sekolah, sekarang ini harus rela pendapatan terganggu. Mereka kini putar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “Memang sangat merasakan karena sekolah ditutup. Jualan beralih ke makanan jadi, namun penghasilan saat ini tidak tetap karena hanya menanti pembeli di rumah,” jelas Ibu Ita yang keseharian dibantu suaminya berjualan.

Pandemi ini diharapkan segera berlalu. “Situasi ini masih belum tahu sampai kapan. Kami terus berharap agar segera berakhir sehingga kami bisa kembali jualan di sekolah, memenuhi makanan para siswa,” harap Ibu Ita. (Wailan Montong)