63 Sampel Diterima Gugus Tugas dari BTKL-PP Manado, RSUP Kandou Juga Akan Mulai Uji Sampel

oleh
Konferensi video Gugus Tugas Covid-19 Sulut dengan wartawan, Kamis (7/5/2020)

MANADO— Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaporkan bahwa hingga Kamis (7/5/2020), Gugus Tugas telah menerima hasil sampel swab sebanyak 63 sampel dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas 1 Manado.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, bahwa pengiriman hasil sampel yang pertama dari BTKL-PP Kelas 1 Manado kepada pihaknya ialah sebanyak 21 sampel.

“Hari ini kami dapat (hasil) 42 sampel, jadi total ada 63 (sampel). Tetapi sebenarnya mereka (BTKL-PP Manado) kemarin running itu kurang lebih ada 70-an sampel, belum bisa dikeluarkan semua karena ada beberapa sampel yang harus diuji kembali,” paparnya saat konferensi video bersama wartawan.

Adapun, dari total 63 hasil sampel yang diterima, Dandel mengatakan bahwa hanya dua sampel swab yang menunjukkan positif, tetapi hasil sampel tersebut milik pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dan sementara dirawat di rumah sakit. “Kita berharap ke depannya kapasitas ekstraksi dan uji sampel di BTKL-PP semakin meningkat, dibarengi juga dengan Rumah Sakit Prof Kandou,” tukas Dandel

Untuk diketahui, selain di BTKL-PP Manado, pengujian sampel menggunakan metode reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) juga tengah dikembangkan di laboratorium milik RSUP Prof Kandou agar dapat memaksimalkan pemeriksaan sampel swab bagi pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG), maupun mereka yang rapid test-nya menunjukkan hasil reaktif.

“Di RSUP Prof Kandou trial-nya (Uji coba pemeriksaan sampel swab) baru akan berlangsung besok, tadi dapat kabar dari penanggung jawabnya. Ada beberapa kendala terkait fasilitas yang harus dibenahi sampai betul-betul safety (aman),” ungkapnya.

Lanjur dia, telah ada 11 sampel swab yang kemudian telah siap untuk diuji coba di laboratorium milik RSUP Prof Kandou tersebut. “Reagen mereka adalah pengadaan dari RSUP Prof Kandou, karena reagen mereka sifatnya closed system. Jadi hanya bisa dipakai (reagen) dari perusahaan yang memproduksi alat itu (Tes RT-PCR),” imbuh Dandel. (Fernando Rumetor)

No More Posts Available.

No more pages to load.