Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan Menjadi Kunci Atasi Korona

oleh
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (kiri) memberikan keterangan pers bersama Ketua Gugus Tugas Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo di Grha BNPB, Jakarta, bebrapa waktu yang lalu. (FOTO: Istimewa)

JAKARTA– Disiplin menjalankan protokol yang telah ditetapkan  menjadi kunci mengatasi  korona (Covid-19). Dengan demikian, secepat apa pandemi tersebut enyah dari Indonesia tergantung ketaatan semua lapisan masyarakat mengenakan masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan.

Pentingnya kedisiplinan ini kemarin diingatkan kembali Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) dan Presiden Jokowi Widodo (kemarin). Kedisplinan inilah yang menjadi kunci  Hongkong dan Taiwan mengatasi pandemi yang jumlah positif terjangkit maupun korban meninggal terbilang sangat kecil. Adapun Indonesia berharap tren korona bisa turun mulai Mei ini.

HT  pun berharap bangsa ini mencontoh keberhasilan tersebut, yakni dengan  menerapkan aturan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Sebaliknya terhadap siapapun yang melanggar harus dikenakan sanksi tegas. “Kunci keberhasilannya adalah pemakaian masker dan physical distancing yang disiplin. Selain itu, menjaga kebersihan melalui penggunaan hand sanitizer,’’ ujar HT, di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Dengan memegang teguh kedisiplinan, HT melihat kegiatan kantor maupun  retail bisa tetap buka. Namun sekali lagi dia menegaskan perlunya mematuhi  aturan penggunaan masker, physical distancing, dan menjaga kebersihan dengan hand sanitizer, dan mencuci tangan dengan sabun.

Dia bahkan mengusulkan sarana transportasi umum bisa berjalan dengan catatan hanya bisa menjual tiket 40%-50% dari kapasitas demi  penerapan physical distancing. Demikian juga, restoran diusulkan bisa buka dengan memperhatikan kapasitas maksimum 40%-50%. Yang melanggar bisa diberikan sanksi ditutup operasionalnya hingga Covid-19 reda.  “Mudik tetap dilarang, karena tidak mudah melakukan monitoring di daerah,” katanya.

HT lantas menuturkan, dengan kedisiplinan tersebut, dampak ekonomi Covid-19 bisa lebih murah dibandingkan dengan negara yang menerapkan lock down. Dia menyebut, negara yang menerapkan lock down  aktivitas perekonomiannya  menjadi lesu, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja,  dan nonperforming loan-nya meningkat tajam. Kondisi yang terjadi pun membahayakan ekonomi nasional.

 

Presiden  Jokowi menegaskan pemerintah terus berupaya keras agar puncak pandemi Covid-19 akan segera menurun. Selama wabah masih terus ada, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.  “Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 untuk beberapa waktu ke depan,” katanya di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden. (Koran Sindo)