Tak Putus Asa, Penjual Bumbu Dapur di Tomohon Terapkan Layanan Pesan Antar

oleh
Beberapa bahan telah siap diantar ke pembeli. Bungkusan telah diberi label nama pembeli. (FOTO: Wailan Montong)

TOMOHON- Sejak penerapan phisycal distancing (Jaga jarak fisik) demi memutus mata rantai penyebaran virus korona (Covid-19), jam operasional pasar berkurang bahkan ada yang harus kerja dari rumah.

Di tengah pandemi global akibat Covid-19, pasar tempat berjualan kebutuhan dapur juga harus dibatasi jam operasional. Tak mau menyerah dan berputus asa dengan kondisi yang ada, inovasi muncul dari para penjual guna menyambung hidup, dimana melayani proses pembelian pesan antar.

Pedagang di Kota Tomohon mulai marak menjual bumbu dapur maupun kebutuhan sehari-hari dengan memanfaatkan  akun media sosial maupun jejaring lainnya untuk menjual.

“Kami menerima pesanan antar, biasanya mereka memesan dengan mengirimkan daftar belanjaan malam hari melalui jejaring sosial, jadwal pengantarannya esok paginya dimulai pukul 07.00 WITA,” jelas Anggi Rengkuan, salah satu penjual bumbu dapur dan bahan makanan di Tomohon Barat.

Bahkan, karena sudah banyak masyarakat yang tahu, ada yang langsung datang ke rumah. “Mereka biasanya yang tinggal di sekitaran sini, karena hitung-hitungan harganya sama dengan yang berlaku di pasar. Sedangkan kalau seputaran Woloan, untuk pengantaran gratis ongkir minimal pembelian Rp15.000, di luar Woloan dikenakan tarif 5.000-10.000, tergntung jarak. Ada juga yang memanfaatkan jasa ojek online,” lanjut pedagang yang berjualan di Jalan Nimawanua Nomor 08 kelurahan Woloan 1 Utara, Lingkungan 3 ini.

Awalnya, hanya menyediakan stok yang tidak terlalu banyak, namun karena permintaan tinggi, ia mencari bahan lebih banyak lagi. “Kami sekarang membeli langsung ke petani lokal sehingga ada bahan tertentu yang harganya lebih murah dari harga pasar. Ada pembeli yang hanya melalui transfer, kebanyakan mereka yang tinggal di luar daerah, untuk membelikan bahan makanan ke keluarga mereka di Tomohon, kami tinggal mengantar ke rumah keluarga mereka,” lanjutnya.

Harga yang bahan jualan biasanya sudah di-posting lewat akun medsos, sedangkan pembeli tinggal menghubungi lewat nomor telepon yang tertera atau juga lewat messenger Facebook. “Kami melayani pengantaran mulai pagi, dan close order pukul 18.00 WITA. Untuk Hari Minggu hanya dilayani setelah jam 8 pagi sesudah ibadah, dan pengantaran dibatasi hanya sampai jam 12 siang, selebihnya pembeli mengambil sendiri,” tukasnya.

Pembeli pun merasa terbantukan dengan proses seperti ini. “Kami juga sangat terbantu, apalagi sekarang pasar hanya dibatasi hingga jam 12, kami tidak perlu keluar rumah untuk berdesakan di sana (pasar). Juga bisa menghemat waktu, sambil menyelesaikan pekerjaan rumah, menanti barang belanjaan tiba di rumah,” terang Hingsy, salah satu pembeli yang tinggal di salah satu perumahan di Tomohon Selatan.

Daftar harga :

1. Bawang putih dan bawang merah : Rp35.000 per kg

2. Cabai keriting : Rp15.000 per ons

3. Goraka merah : Rp45.000 per kg

4. Jeruk Calamansi (Lemon ikan) : Rp7.000 per kg

5. Rempah campur : Rp.2.000

6. Batang bawang : Rp9.000

7. Kol besar : Rp7.000

8. Kntang biasa : Rp10.000 per kg

9. Kentang besar : Rp12.000 per

10. Wortel : Rp9.000 per kg

11. Ayam (Tiap Sabtu dan Minggu) : Rp18.000 per kg timbang kotor, Rp20.000 per kg timbang bersih

12. Cakalang fufu : Rp22.500-Rp23.000

13. Cabai rawit : Rp25.000 per kg

14. Tomat : Rp4.500-Rp7.500 per kg

(Wailan Montong)