Tiba di Pelabuhan Manado, 55 Penumpang KM Permata Obi Langsung Dikarantina 

oleh
Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Sulut bersiaga di pelabuhan Manado. (FOTO: Deidy Wuisan)

MANADO– Setelah melewati perdebatan alot, akhirnya sebanyak 55 warga Sulawesi Utara (Sulut) yang beberapa minggu belakangan terlantar di Pelabuhan Ternate, diizinkan kembali ke kampung halamannya.

Menggunakan KM Permata Obi, 55 warga Sulut tersebut tiba di Pelabuhan Manado sekira pukul 17.45 WITA, Selasa (12/5/2020). Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara yang dibantu pihak TNI dan kepolisian tampak bersiaga di lokasi sandar KM Permata Obi dengan menggunakan  alat pelindung diri (APD) lengkap.

Kepala KSOP Pelabuhan Manado Mozes Karaeng menyebut nantinya ke-57 orang warga Sulut tersebut sebelum turun dari kapal akan disemprot dengan cairan disinfektan, menjalani rapid test dan menuju bus yang disediakan Pemprov Sulut untuk selanjutnya diantar menuju tempat karantina.

“Sebelum para penumpang turun dari KM Permata Obi, kami harus memastikan standar pencegehan Covid-19 dilaksanakan di Pelabuhan Manado,” tuturnya.

Lanjut Karaeng, sebagian besar penumpang merupakan warga asal Bolaang Mongodow Raya dan bertujuan untuk kembali ke daerahnya. “Kami tidak dapat memastikan para penumpang warga Sulut tersebut adalah warga yang akan mudik ke kampung halamanya. Tapi yang pasti sebelum berangkat dari Pelabuhan Ahmad Yani Ternate para penumpang harus disertai dokumen dan surat keterangan sehat dari daerahnya,” lanjut dia.

Di lain pihak, Kapolsek Pelabuhan Manado, Ipda Nicky Pondalos mengerahkan anggotanya untuk menjaga keamanan area pelabuhan baik di dok kapal, maupun di daerah area laut. “Ini untuk memastikan tidak ada penumpang dan anak buah kapal yang turun, sebelum gugus tugas covid-19 Sulut melaksanakan protokol pencegahan, di dalam kapal dan saat menuju bus dalam area pelabuhan,” tutupnya.

Diketahui, sebelumnya puluhan orang ini tertahan di Ternate karena tidak memperoleh akses untuk masuk ke Manado, Sulawesi Utara. Hal ini berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. (Deidy Wuisan)