54% Tempat Tidur Ruang Isolasi di Sulut Sudah Terisi Pasien Terkait Covid-19

oleh -
Ilustrasi potret tenaga medis sedang merawat pasien Covid-19. (FOTO: Istimewa)

MANADO- Sekira 54% tempat tidur (Bed) yang disiapkan untuk merawat pasien terkait Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut), sudah terisi.

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Sabtu (16/5/2020), total akumulatif pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Bumi Nyiur Melambai sebanyak 114 orang, dimana 77 diantaranya sementara dalam perawatan di ruang isolasi.

Kemudian jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang sementara dirawat di ruang isolasi berjumlah 112 orang. Itu artinya, ada total 189 orang, baik mereka yang positif maupun PDP yang tengah dirawat di berbagai ruang isolasi di rumah sakit yang ada di Sulut.

Hal tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel saat konferensi pers yang disiarkan juga secara langsung di akun Youtube dan Facebook Pemprov Sulut.

Selain itu, Dandel membeber bahwa total bed yang hingga kini telah disiapkan pihaknya untuk merawat mereka yang terkait penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini, mendekati angka 350 bed, dimana seluruhnya tersebar di berbagai rumah sakit rujukan maupun rumah sakit swasta yang ada di Sulut.

“Karena kalau yang dulu dari 17 rumah sakit (RS) rujukan yang disiapkan berdasarkan SK Kemenkes dan SK Gubernur ada 286 bed, tetapi sekarang kita ketambahan RS swasta yang juga merawat pasien terkait Covid-19 ini, sehingga total bednya sudah mendekati 350 bed,” bebernya saat dikonfirmasi Sabtu (16/5/2020) malam.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu menjelaskan bahwa dari total hampir 350 bed yang ada, telah terisi 189 bed yang artinya hingga saat ini total sekira 54% bed di berbagai rumah sakit sedang digunakan untuk merawat pasien terkait Covid-19.

“Karena RS swasta kita juga turut berkontribusi merawat pasien Covid-19 yang cukup banyak, terlebih mereka yang dikategorikan sebagai PDP,” tambahnya.

Dandel berharap agar kapasitas bed di berbagai rumah sakit tidak akan pernah penuh, terlebih saat ini Sulut telah memiliki laboratorium lokal yang bisa memeriksa sampel swab, sehingga kepastian status terutama mereka yang dikategorikan PDP bisa diketahui lebih cepat.

“Dengan adanya pemeriksaan di lab lokal yang kita miliki yakni di BTKL-PP Manado dan lab milik RSUP Prof Kandou, maka hasil swab dari mereka yang PDP bisa lebih cepat keluar, sehingga harapannya mereka (PDP) bisa lebih cepat dikeluarkan dari ruang isolasi jika hasil swabnya negatif sehingga ruangan isolasi kita tidak akan pernah penuh,” jelasnya.

Berikut Rincian PDP dan Pasien Positif yang dirawat di berbagai rumah sakit di Sulut:
1. RSUP Prof Kandou merawat 30 PDP dan 4 pasien positif.
2. RS Bhayangkara merawat 8 PDP dan 5 pasien positif.
3. RSUD Anugerah Tomohon merawat 3 PDP
4. RS Wolter Mongisidi merawat 18 PDP dan 27 pasien positif.
5. RSUD Liun Kendage Sangihe merawat 1 PDP dan 2 pasien positif.
6. RSU Walanda Maramis Minut merawat 2 PDP dan 3 pasien positif.
7. RSUD Bitung merawat 8 PDP
8. RS GMIM Pancaran Kasih merawat 28 PDP dan 4 pasien positif
9. RSUD Datoe Binangkang Bolmong merawat 3 PDP.
10. RSU GMIM Bethesda Tomohon merawat 6 PDP.
11. RSUD Noongan Minahasa merawat 3 PDP dan 1 pasien positif.
12. RS GMIM Tonsea Airmadidi merawat 1 PDP.
13. RSUD Mala Talaud merawat 1 pasien positif.
14. RSUD Siloam Paal Dua merawat 15 pasien positif.
15. RSU Gunung Maria Tomohon merawat 1 pasien positif.
16. RSUD Kotamobagu merawat 3 pasien positif.
17. RSUD Sam Ratulangi Minahasa merawat 5 pasien positif.
18. RSUD Bolmut merawat 2 pasien positif.
19. RSU Ratatotok Mitra merawat 1 pasien positif.
20. Rumah Singgah Pemprov Sulut merawat 1 pasien positif.

21. RSU Aloei Saboe Gorontalo merawat 1 PDP asal Sulut.

21. Rumah Singgah : 2 pasien positif.

(Fernando Rumetor)