Camat Kumelembuai Tak Menyangka Surat Imbauannya Jadi Viral di Medsos

oleh -
Michael Kamang Woworuntu, Camat Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan. (FOTO: Istimewa)

AMURANG – Michael Kamang Woworuntu, Camat Kumelembuai, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) viral di sosial media (Sosmed) karena surat yang berisi imbauan kepada warganya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kepada bapak, ibu, saudara-saudara yang masih ba pontar, yang acuh dan ba pandang enteng. So nda mo panjang-panjang mo sampaikan, atas nama kemanusiaan pemerintah cuma mo imbau, Sadarlah. Demikian penyampaian ini, semoga sampe di hati. Penyampaian ini serius, bukang bakusedu, for torang samua pe keselamatan”.

Setelah dikonfirmasi langsung, camat mengatakan tidak menyangka akan dapat respons seperti ini. “Kami dari pemerintah, khususnya Kecamatan Kumelembuai, tidak menyangka surat edaran yang kami keluarkan tersebut, mendapatkan perhatian dari banyak netizen. Kami tidak bermaksud membuat postingan yang membuat jadi viral,” katanya di sela aktivitasnya di Kantor Camat, Sabtu (16/5/2020).

Lanjut dia, maksud postingan tersebut hanyalah bagian suatu bentuk evaluasi bagi Pemerintah Kecamatan Kumelembuai di tengah pandemi Covid-19.

“Sejak pandemi ini, yang meresahkan masyarakat Indonesia, terlebih kusus masyarakat yang ada di Kecamatan Kumelembuai. Bersama seluruh pemerintah desa, menindaklanjuti instruksi Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 di Kabupaten Minsel, menginstruksikan kepada kami untuk mengambil langkah-langkah yang strategis, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid 19,” tambah lulusan STPDN, Angkatan XVII, 2009 ini.

Kata dia, dalam dua bulan terakhir, sudah beberapa langkah yang diambil, baik secara langsung, mengunakan pengeras suara juga dengan imbauan dalam pertemuan terbatas. “Kami dapati masih ada masyarakat yang belum ada kesadaran untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat yang ada di desa. Sehingga kami menyimpulkan bahwa di saat seperti ini masyarakat pada umumnya sudah tahu secara jelas langka-langka yang harus dilakukan. Oleh karena itu, kami membuat suatu konsep imbauan yang sesui dengan kearifan lokal masyarakat, bahasa yang muda dimengerti, dipahami dan mudah diingat tetapi substansinya tepat serta benar-benar diterima oleh masyarakat,” jelasnya. (Jivlater Langi)