Siswi di Tomohon Sembuh dari Covid-19, Sahabat Dikbud Beri Dukungan  

oleh
Bentuk dukungan Moril dari Sahabat Dikbud Tomohon, jemput langsung siswi (kaus biru) sembuh dari Covid-19. (FOTO: Istimewa)

TOMOHON— Setelah dinyatakan sembuh seusai menjalani perawatan di ruang isolasi salah satu RS swasta di Manado, seorang siswi asal Kota Tomohon bisa diizinkan pulang ke rumah pada Rabu(27/5/2020). Dalam proses hendak beranjak dari rumah sakit dimana siswi ini dirawat mendapat sambutan hangat dari Sahabat Dikbud yang dikomandoi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dolvin Karwur.

Kegiatan rutin memberikan diakonia dan pelayanan doa dari Sahabat Dikbud untuk mereka yang terpapar Covid-19, baik yang menjalani isolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit. “Sebenarnya hari ini seperti biasanya kami memberikan pelayanan, kebetulan salah satu pasien sembuh yang diizinkan pulang hari ini siswa kami, sebagai bentuk perhatiannya kami menjemput di rumah sakit sekaligus memberikan support agar siswa ini bisa tetap bersemangat meski harus menjalani isolasi mandiri di rumah,” jelas Karwur.

Mantan Kepala Badan Keuangan Kota Tomohon ini juga menjelaskan sejak awal pihaknya terus melakukan kunjungan dan meberikan dukungan mulai dari berdiakonia hingga pelayanan doa di setiap rumah sakit. “Sesuai dengan wadah kami yakni Sahabat Dikbud tentunya kami terus berusaha membuka pintu agar bisa menjadi tempat curahan hati bagi mereka yang terpapar maupun keluarga pasien, dari situ kita bisa menjadi sarana dalam pemulihan pasien terlebih bagi psikis mereka,” tegas ibu tiga anak ini.

Wanita yang juga meruoakan pelayan khusus di jemaatnya ini menambahkan sudah menjadi tugas panggilan, dimana melayani dengan tulus. “Kami juga terus memberikan konseling bukan hanya saat mereka dalam perawatan melainkan yang terutama memberikan pemahaman agar mereka kuat menghadapi kehidupan di lingkungan masyarakat, kami selalu ada bersama mereka,” lanjutnya.

Perhatian Sahabat Dikbud bukan hanya sampai di situ, untuk mempersiapkan keberlangsungan hidup pasien sembuh berusia 11 tahun ini ke depan. “Sebentar lagi siswi ini akan melanjutkan sekolah, kami sudah berkoordinasi baik keluarga dan calon sekolah tujuaannya, dikandung maksud mengedukasi agar tidak ada stigma negatif, kami telah menghubungi sekolah tujuannya mengecek proses pendaftaran dan responnya sekolah siap membantu, terlebih dalam penguatan psikis saat berada di dalam lingkungan sekolah,” tukasnya. (Wailan Montong)