Warga Tomohon Bersiap Menyambut Hari Raya Ketupat dengan Situasi Berbeda  

oleh -
Hari Raya Ketupat yang telah menjadi tradis harus dirayakan berbeda dari biasanya di tengah pandemi (Covid-19). Tampak perayaan Ketupat tahun lalu di Kelurahan Kampung Jawa Tomohon. (FOTO: Wailan Montong)

TOMOHON— Perayaan Hari Raya Ketupat yang telah menjadi kearifan lokal di Kelurahan Kampung Jawa Tomohon, sebentar lagi digelar. Sesuai dengan perhitungannya, perayaan ini dilaksanakan tepat tujuh hari setelah Lebaran.

Namun, dalam situasi pandemi Covid-19, perayaan ini akan dilaksanakan berbeda di Kota Tomohon. Tradisi sebelumnya, Hari Raya Ketupat menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, baik sesama muslim dan juga membuka sekat sesama antar sesama umat beragama sebagai wujud toleransi. Hari Raya Ketupat yang nantinya akan berlangsung, Minggu (31/5/2020), akan menjadi salah satu contoh perhelatan ini berjalan di luar kebiasaan.

Imbauan pemerintah terkait batasan kerumunan, juga terkait penerapan protokol kesehatan akibat virus korona diyakini tidak mengurangi semangat persaudaraan. “Selaku pemerintah kelurahan, kami telah memberikan imbauan bagi masyarakat yang ada di Kampung Jawa terkait pelaksanaan Hari Raya Ketupat nanti. Perayaan kali ini diharapkan dilaksanakan dengan kesederhanaan, juga kalau bisa untuk tidak mengundang tamu dari luar Tomohon dan paling penting mematuhi imbauan pemerintah,” jelas Lurah Aep Satriya Wibawa saat diwawancarai KORAN SINDO MANADO/SINDOMANADO.COM, Jumat(29/5/2020).

Lanjut dia, pihaknya guna menjaga agar situasi kondusif dan berjalan sesuai protokol tetap, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pengamanan. “Kami sudah berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif. Selain itu bersama masyarakat juga telah mengedukasi terkait penerapan protokol kesehatan agar diperhatikan,” lanjut lurah yang membawahi 300-an kepala keluarga ini.

Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kota Tomohon Zamroni Khan menuturkan pihaknya telah memberikan penyampaian bersifat imbauan. “Warga atau jamaah silahkan merayakan Ketupat karena ini sudah menjadi kearifan lokal. Namun di situasi pandemi ini dirayakan bersama keluarga inti, tidak diperkenankan mengundang saudara dari luar kampung maupun luar kota,” jelas Ustad Zamroni.

Dijelaskan pula, seandainya ada tamu dari luar yang datang harus melaporkan ke pemerintah kelurahan dan dibekali surat kesehatan. “Salin itu kami juga terus mengingatkan untuk tetap menjalankan anjuran pemerintah terkait protap, juga penggunaan masker, rajain cuci tangan, menjaga jarak dan hindari berjabat tangan,” harap salah satu kader Nahdlatul Ulama ini. (Wailan Montong)