Masuk Zona Hijau, Sitaro dan Boltim Dinilai Daerah yang Siap Terapkan New Normal

oleh -
(Ilustrasi/Istimewa)
MANADO – Dua daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yakni Kabupaten Sitaro dan Bolmong Timur (Boltim) dinilai sebagai daerah yang siap menerapkan new normal atau normal baru.
Kabupaten Sitaro dan Boltim masuk dalam 102 kabupaten/kota di Indonesia yang dinyatakan dalam zona hijau atau bebas virus korona (Covid-19).
“Presiden Jokowi memerintahkan Ketua Gugus Tugas memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah kabupaten/kota yang saat ini berada dalam zona hijau melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19,” ungkap Ketua Gugus Tugas Doni Monardo melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/5) lalu.

Doni berharap tiap kabupaten/kota yang telah direstui memberlakukan new normal tetap menegakkan protokol kesehatan secara ketat, penuh kehati-hatian dan tetap waspada terhadap ancaman Covid-19.

Dia juga meminta setiap daerah memperhatikan ketentuan tentang testing secara masif, tracing yang agresif, isolasi yang ketat, serta treatment yang dapat menyembuhkan pasien Covid-19.

Doni memberikan arahan kepada para bupati dan wali kota, selaku ketua Gugus Tugas tingkat kabupaten/kota, agar proses pengambilan keputusan harus melalui Forkopimda dan Dewan Permusyawaratan Rakyat Daerah (DPRD) serta melibatkan segenap komponen ‘pentaheliks’ yang meliputi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media massa.

Kabupaten Sitaro dan Boltim memang dua daerah di Sulut yang masih minim jumlah kasus positif korona. Seperti halnya Sitaro yang hingga kini belum ada laporan kasus positif Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, selain warga yang disiplin menerapkan imbauan pemerintah, letak geografis Sitaro dan Boltim juga menentukan kasus positifnya masih minim.

“Dua daerah tersebut berada cukup jauh dari daerah transmisi lokal. Apalagi mobilitas warga yang masuk ke dua daerah tersebut terbilang sedikit, berbeda di Manado, Tomohon, Minahasa dan Bitung,” ungkap Dandel.

Meski begitu, dia mengakui adanya sikap patuh bersama melaksanakan imbauan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pastinya peningkatan kasus positif yang masih terjadi di Sulut dapat ditekan.

“Itu juga kita yang tentukan. Kalau kita tidak disiplin, pastinya potensi penularan virus korona masih akan terjadi. Olehnya, mari kita bersama berperan untuk memutus mata rantai penyebaran korona ini,” tandasnya. (rivco tololiu)