MANADO — Coca-Cola Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendekatkan euforia FIFA World Cup 2026™ kepada masyarakat Indonesia melalui Festival Sepak Bola Rakyat yang ditutup di Manado pada 27 Juni 2026.
Festival yang digelar bersama PT Garuda Gemah Nusantara (GGN) dan Cuwitan Digital ini menjadi wujud nyata semangat sepak bola inklusif yang menyentuh komunitas di tingkat daerah, termasuk kawasan timur Indonesia.
Triyono Prijosoesilo, Senior Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability Coca-Cola Indonesia, menyatakan bahwa sepak bola merupakan passion yang menyatukan masyarakat lintas generasi dan latar belakang.
“Bagi Coca-Cola Indonesia, sepak bola adalah passion yang menyatukan masyarakat lintas generasi dan latar belakang,” ucapnya.
Triyono menyebut, kekuatan sepak bola dalam menghadirkan energi positif, membangun kebersamaan, dan membuka peluang bagi banyak orang sejalan dengan komitmen kami untuk terus hadir dan terhubung dengan masyarakat Indonesia.
“Melalui Festival Sepak Bola Rakyat, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat, inklusif, dan bermakna bagi komunitas,” tuturnya.
“Penutupan rangkaian di Manado menjadi momen yang spesial karena memperlihatkan bagaimana semangat sepak bola dapat tumbuh kuat di berbagai daerah, termasuk dari timur Indonesia, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus percaya pada potensi mereka,” ujarnya.
Pelatih Sepak Bola Indonesia, Fabio Oliveira, yang turut hadir dalam festival, menekankan pentingnya pembinaan di tingkat komunitas.
“Saya melihat banyak anak muda memiliki semangat dan kemampuan yang sangat menjanjikan. Yang mereka butuhkan adalah kesempatan, pembinaan, dan lingkungan yang mendukung,” ungkapnya.
“Festival seperti ini penting karena memberikan pengalaman langsung bagi mereka untuk bermain, belajar, dan memahami nilai-nilai sepak bola secara lebih luas,” tambahnya.
Festival ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem sepak bola usia muda yang inklusif, dekat dengan komunitas, dan relevan bagi generasi muda.
Rangkaian festival telah dimulai dari Labuan Bajo pada 12 Desember 2025, berlanjut ke Jakarta (22 Januari 2026), Palu (24–26 April 2026), Makassar (21–23 Mei 2026), dan ditutup di Manado pada 25–27 Juni 2026. (nando/*)


Tinggalkan Balasan