Tahun Ajaran Baru, KBM di Bolsel Masih di Rumah dengan Metode Luring

oleh -
Kadis Pendidikan Bolsel, Rante Hattani. (FOTO: Istimewa)

BOLSEL– Walau saat ini aktivitas perkantoran, ekonomi dan sosial masyarakat mulai berjalan normal kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19, namun untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tahun ajaran baru 2020-2021 yang akan dimulai 13 juli mendatang, Pemkab Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) masih akan menerapkan belajar di rumah dengan metode luar jaringan (Luring).

Hal itu sebagaimana yang ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bolsel, Rante Hattani. Menurut dia, meski saat ini Bolsel tercatat tidak memiliki kasus positif Covid-19, atau sudah kembali ke daerah zona hijau, namun sebagai upaya antisipasi, maka pembelajaran di rumah masih akan diterapkan.

“KBM belum dilaksanakan di sekolah. Kita di Bolsel 90% menggunakan  metode pembelajaran luring,” ujar Rante, belum lama ini.

Dijelaskannya, metode pembalajaran luring tersebut yakni, semua guru mengunjungi siswa di rumah.  “Untuk online hanya sekadar koordinasi dan komunikasi antara guru dan orang tua murid terkait pembalajaran di rumah,” kata Rante.

Dia mengaku, kebijakan tersebut diambil karena pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan membuka KBM di sekolah. “Bolsel memang sudah zona hijau. Tapi itu belum sebulan ditetapkan. Pemkab tidak ingin mengambil risiko dan tetap mengutamakan keselamatan guru, orang tua murid khususnya para siswa,” ungkapnya.

Meski KBM dilaksanakan di rumah katanya,  seluruh tenaga pendidik, baik ASN maupun tenaga harian lepas (THL) wajib masuk kerja.

“Sebelumnya mereka (Tenaga pendidik) tidak masuk kerja. Dari rumah langsung ke rumah siswa. Mulai tahun ajaran baru semua wajib masuk kerja setiap hari. Tidak ada lagi WFH sekarang sudah WFO,” kata Rante.

Disdik, kata dia, sudah menyurat ke sekolah- sekolah untuk menginstruksi seluruh guru yang berada di luar daerah harus berada di Bolsel per 1 Juli. “Mereka harus berada di Bolsel tanggal per tanggal 1 Juli kemarin, untuk isolasi mandiri sebelum masuk tahun ajaran baru. Khususnya guru  dari daerah zona orange dan merah,” kata Rante.

Dia menambahkan, jika sudah kondusif, KBM di sekolah akan dibuka. Tapi, tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Protokol kesehatan untuk KBM di sekolah sangat ketat. Itu kita persiapkan dari sekarang. Jadi saat pandemi berakhir pelaksanaan KBM di sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan sudah siap,” jelasnya sembari berharap dalam kebijakan KBM di rumah ini, akan tetap berjalan maksimal. “Harapannya, Guru dan orang tua murid bisa berkolaborasi dengan baik dalam pembelajaran di rumah, agar siswa bisa belajar dan menyelesaikan tugasnya dengan baik,” tutupnya. (Irfani Alhabsyi)