Modus Nonton Paralayang, Siswi SMP di Kota  Manado Diduga Dicabuli di Desa Koha

oleh -
(Ilustrasi/Istimewa)

MANADO- Kasus pencabulan terhadap anak belakangan menjadi fenomena di ibu kota Manado. Padahal Kota Manado dikenal sebagai kota ramah anak.

Hal serupa terjadi belum lama ini. Seorang lelaki berinisal RT, 38, salah satu warga yang berada di Kecamatan Tuminting,  mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu  (SPKT) Polresta Manado. Lelaki  yang diketahui keseharianya seorang sopir ini melaporkan kasus tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur yang diduga dilakukan lelaki berinisial lelaki YN alias Yance, 40, terhadap korban sebut saja Bunga, 13.

Kejadian tersebut tejadi sejak Desember 2019 di Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa. Namun baru terungkap dan dilaporkan Minggu (5/7/2020).

Informasi yang dirangkum, awalnya perbuatan tersebut itu terbongkar setelah orang tua korban melihat tingkah laku anaknya yang mulai berubah. Dari situlah ayah korban ini mulai mengintrogasi korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ini. Dimana atas pengakuan korban kepada orang tuanya, sudah kenal lama dengan pelaku. Pelaku sempat mengajak korban untuk pergi melihat paralayang. Namun belum sampai di tujuan, pelaku yang pikiranya sudah dirasuki setan ini mulai mengeluarkan rayuan mautnya. Awalnya, korban sempat menolak ajakan pelaku tersebut. Namun, pelaku yang  terus membujuk korban hingga akhirnya siswi SMP itu pun pasrah dan menyerahkan keperawanannya direngut pelaku. Pada Januari 2020, pelaku kembali mengajak korban untuk pergi ke Desa Koha untuk melihat paralayang dan korban pun mengikuti ajakan pelaku. Saat berada di perjalanan, pelaku kemudian mulai melakukan aksinya kembali. Pelaku juga mengacam korban agar tidak memberitahuan pertbuatan tersebut kepada orang lain. Mendengar cerita dari anaknya, orang tua yang geram langsung melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib.

Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan, membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporannya saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh unit PPA,” ujar Aruan. (Deidy Wuisan)