Beberapa Pegawai Positif Covid-19, Jajaran Dikbud Tomohon Lakukan Tes Swab Massal

oleh
Pengabilan sampel swab. (FOTO: Wailan Montong)

TOMOHON- Upaya bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menyusul jumlah kasus positif di Kota Tomohon telah menyentuh tiga digit, langkah pencegahan diambil dengan mengadakan tes swab massal di jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tomohon. Bertempat di kompleks Kantor Dikbud tepatnya Anugerah Hall, Senin(13/7/2020), petugas dari Dinkes Tomohon mengambil sampel apus dari saluran pernapasan, baik melalui hidung dan tenggorokan. Sampel ini kemudian dibawa diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi ada tidaknya DNA virus korona.

Sebanyak 84 jajaran Dikbud ditambah dengan masyarakat yang sempat melakukan kontak dengan pejabat Dikbud mengikuti tes ini. Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Selvie Poluan menuturkan seluruh jajaran mengikutinya.

“Seluruh jajaran mengikutinya ditambah dengan beberapa warga, ini merupakan hari pertama dan akan dilanjutkan esok (Selasa) karena sesuai teknisnya harus dua kali pengambilan sampel,” terang Poluan.

Salah satu petugas kesehatan tengah disemprotkan cairan disinfektan sebelum melepaskan pakaian APD lengkapnya. (FOTO: Wailan Montong)

Lanjutnya lagi, sudah sejak beberapa waktu lalu, jajaran Dikbud kembali menerapkan work from home (WFH). “Kami memang bekerja dari rumah, tetapi untuk pengawasan ke sekolah-sekolah terlebih dalam memasuki tahun ajaran baru tetap intens dilaksanakan melalui daring. Mengingat ini hari pertama masuk sekolah, kami telah menginstruksikan setiap sekolah yang ada di bawah naungan Dikbud untuk membagikan buku bahan ajar bagi para siswa, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan,” lanjut mantan kasek SMA swasta yang ada di Tomohon ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Deesje Liuw menuturkan pengambilan sampel swab  ini dikarenakan ada beberapa pegawai terkonfirmasi positif. “Ini merupakan screening kontak erat resiko tinggi (KERT) terhadap jajaran Dikbud karena ada beberapa pegawai yang positif. Langsung diambil swab karena test itu lebih akurat dari pada rapid test,” jelas Liuw.

Diharapkan dengan lewat pengambilan ini bisa memutus penyebaran Covid-19 di Tomohon terlebih jajaran Dikbud. “Kami mengerahkan petugas dari setiap puskesmas untuk mengambil sampel swab tes. Nantinya sampel akan dibawa ke lab provinsi untuk diuji. Kemungkinan sekira 10 hari hasilnya sudah bisa keluar,” tukasnya. (Wailan Montong)