Video Viral Tantangan “Goyang Lampu Merah”, Kasat Lantas: Itu Berbahaya Tidak Patut Dicontohi

oleh
Tampak salah satu adegan "Goyang Lampu Merah" di Kota Manado yang videonya viral di medsos. (Istimewa)
MANADO – Video viral tantangan “Goyang Lampu Merah” di Kota Manado yang beredar luas di media sosial (medsos) mendapat kecaman dari pihak kepolisian.
Adegan tersebut dinilai berbahaya karena menggangu para pengendara serta berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan raya.
Kepala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polresta Manado AKP Anita Sitinjak meminta agar masyarakat tidak mengikuti tantangan berbahaya ini.
“Pastinya sangat membahayakan! baik untuk pelaku tantangan video tersebut, dan kendaraan pengguna jalan raya, resikonya tertabrak kendaraan dan menggangu konsentrasi pengguna jalan raya, karena lampu merah dan zebra cross diperuntukan untuk keselamatan dan kelancaran lalulintas, dan bukan untuk sarana mencari sensasi”, kata Kasat Lantas, Rabu (15/7/2020).
Pihaknya menghimbau agar tidak melakukan aksi tersebut karena  anggotanya di lapangan akan memberikan teguran  apabila mendapati adanya orang yang yang kedapatan melakukan “Goyang Lampu Merah” tersebut.
“Yang pasti sanksi teguran, seperti beberapa waktu lalu, ada anggota polisi menegur beberapa anak muda yang diduga akan membuat video tersebut di bilangan lampu merah Patung Kuda Paal Dua. Kami menghimbau agar saat membuat konten untuk medsos dilakukan sewajarnya dan tidak di tempat yang dapat menggangu ketertiban umum”, ujar mantan Kasat Lantas Kota Bitung itu.
Meski berbahaya, banyak pengguna TikTok yang berusia remaja melakukan tantangan ini.
Salah satu pegiat medsos berinisial Y yang viral akibat diketahui mengikuti tantangan ini di bilangan lampu merah Teling mengaku melakukan challenge tersebut atas desakan netizen yang menantangnya untuk mendapatkan banyak like di akun facebook.
“Hanya sekedar menjawab tantangan netizen untuk mendapatkan like dan comment di medsos, tidak berpikir hal itu berbahaya dan nantinya akan dibagikan dan menjadi video viral,  tuturnya.
Mengapa para masyarakat kerap melakukan tantangan ini meski menyimpan bahaya?
Ilmuwan Psikologi Preysi Sibih menilai, maraknya remaja yang melakukan tantangan membahayakan seperti ini di media sosial salah satunya karena kurangnya perhatian dan pengakuan di dunia nyata.
“Memang pada dasarnya untuk pengakuan diri dan ingin mendapatkan perhatian di dunia maya, karena penghargaan dan pengakuan merupakan salah satu kebutuhan dasar seorang manusia”, tukas Sibih.
Pantauan di media sosial facebook dan instagram, tantangan yang sedang viral ini umumnya dilakukan oleh milenial dan dilakukan di area simpang lampu merah yang terkenal padat kendaraan di kota Manado, seperti simpang lampu merah Teling, Paal Dua, dan pertigaan Narwastu Rike. (deidy wuisan)

No More Posts Available.

No more pages to load.