Gugus Tugas Covid-19 Sulut Jelaskan Kriteria Pasien Sembuh Berdasarkan Aturan Menkes

oleh -
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto. (FOTO: Istimewa)

MANADO- Berdasarkan aturan terbaru dari Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, yakni Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), terdapat beberapa hal baru yang diatur terkait kesembuhan kasus probable maupun kasus positifi Covid-19.

Oleh karenanya, Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan konferensi pers secara virtual bersama wartawan dan juga disiarkan secara langsung lewat akun Youtube Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut, Kamis (16/7/2020).

Dalam kesempatan itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, berdasarkan KMK itu, serta petunjuk teknis (Juknis) revisi kelima, maka untuk mengatakan seseorang telah selesai isolasi dan dinyatakan sembuh, didasari oleh kriteria berikut ini:

1. Pada kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala (asimptomatik), tidak perlu lagi dilakukan follow up pemeriksaan PCR yang menunjukkan dua kali negatif Covid-19, tetapi hanya isolasi mandiri ataupun di ruang isolasi rumah singgah (rumah sakit darurat Covid-19 Sulut) selama 10 hari, dihitung sejak pengambilan spesimen pemeriksaan yang menunjukan orang tersebut positif Covid-19.

2. Pada kasus probable maupun kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang, tidak dilakukan follow up pemeriksaan PCR yang menunjukkan dua kali negatif Covid-19, tetapi dilakukan isolasi selama 10 hari sejak mulainya gejala, ditambah minimal tiga hari setelah tidak menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan. Total 13 hari.

3. Pada kasus probable maupun terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala berat dan kritis, tetap dilakukan follow up pemeriksaan PCR, dan disebut selesai isolasi bila yang bersangkutan hasil tes swab PCR-nya 1 kali negatif Covid-19, kemudian ditambah minimal 3 hari tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

“Tetapi semua definisi operasional ini tetap diserahkan dan dinilai oleh dokter di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) setempat, dan diputuskan oleh dokter penanggungjawab pasien (DPJP)-nya,” jelas Dandel kepada wartawan.

Oleh sebabnya, menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu, kriteria penetapan selesai isolasi, lalu seorang pasien Covid-19 itu dinyatakan sembuh didasarkan pada penilaian dari DPJP di Fasyankes yang ada.

“Jadi bukan semata-mata berdasarkan kriteria ini, tapi juga dilakukan evaluasi dan penilaian oleh DPJP, yakni dokter yang merawat bersangkutan, apabila yang bersangkutan sudah layak dinyatakan selesai isolasi (dan dinyatakan sembuh),” ungkapnya. (Fernando Rumetor)