RATAHAN- Wilayah Kawasan Hutan Kebun Raya Megawati Soekarno Putri di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) disterilkan dari aktivitas pertambangan rakyat.

Langkah ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Mitra dengan cara persuasif lewat sweeping area serta kartu indentitas kependudukan bagi seluruh warga yang beraktivitas di kawasan tersebut hingga pembongkaran kios.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahtraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Mitra Yani Rolos mengungkapkan, upaya yang ditempuh pihaknya adalah bagian dari penyelamatan aset negara.

“Kebun raya Megawati merupakan lahan kawasan hutan lindung yang menjadi aset pemerintah. Kegiatan pertambangan sangat tidak dibolehkan. Maka dari itu kita melakukan swepeng sejak dua hari terakhir ini,” ujar Rolos kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Dia ikut mengungkapkan, selain penyelamatan aset, pihaknya ikut melakukan razia kartu tanda identitas. Bagi yang bukanvwarga lokal, pihaknya langsung melakukan pembinaan sekaligus meminta mereka untuk bergegas kembali ke daerah asal.

“Ade ratusan warga luar Mitra yang kita dapati dan pulangkan. Bahkan ada dari warga luar Sulut seperti Pulau Jawa yang ikut menambang. Ada juga kios yang dibangun secara ilegal,” timpalnya.

Rolos menjelaskan, jika tujuan netarlisasi wilayah dari aktivitas pertambangan warga luar Mitra adalah untuk meminimalisasi konflik antarsesama kelompok penambang.

“Kita tidak mau ada gesekan yang kemudian harus meluas dengan mengatasnamakan kelompok masyarakat lokal ataupun luar. Tapi bukan berarti warga Mitra bisa melakukan aktivitas pertambangan dikawasan Kebun Raya Megawati. Sama sekali tidak bisa,” tegasnya.

Dalam upaya razia sekaligus penertiban ini, pihak Pemkab Mitra ikut di-backup aparat kepolisian dan juga TNI.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Mitra, Jhoni Kolinug menambahkann, selain razia di kawasan kebun raya Megawati, pihaknya juga ikut merazia sejumlah penginapan dan indekos di sekitar kawasan pertambangan Ratatotok hingga dipemukiman warga.

“Sejauh ini proses razia berjalan tertib. Kami berharap hal ini dipahami sebagai upaya untuk menciptakan situasi kondusif,” timpalnya.(Marvel Pandaleke)