Memperebutkan Trofi Wali Kota Bitung, Hari Ini Kejuaraan Catur Digelar

oleh -
Wali Kota Bitung Max Lomban. (Foto: Istimewa)

BITUNG – Dalam rangka menyambut hari upang tahun (HUT) Kemerdekaan RI Ke-75 Tahun 2020 ini, Aliansi Pemerhati Penyakit Kronis, Bakteri dan Covid-19, bersama para wartawan pencinta catur dan pengurus Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bitung, menggelar kejuaraan Catur Wali Kota Bitung CUP I Tahun 2020. Kejuaraan tersebut dimulai hari ini Jumat-Sabtu (7-8/8), mulai jam 09.00 WITA di lapangan tenis Kantor Wali Kota Bitung.

Ketua Panitia, dr Zainal Calvin Wuisang, tujuan dari kegiatan tersebut, untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dalam bentuk semangat pantang menyerah, menjunjung tinggi nilai solidaritas serta sportivitas dalam jiwa peserta pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya.

Terciptanya olahragawan Catur yang potensial dan profesional. “Juga mempererat hubungan emosional sesama pencinta olahraga Catur Kota Bitung,”ujarnya. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bitung ini menambahkan, setiap peserta yang akan mengikuti lomba, akan mengikuti protap kesehatan. “Kami siapkan Masker dan Sarung Tangan, sebelum memasuki area lomba, peserta harus melalui bilik Desinfektan dan pemeriksaan suhu tubuh dengan Thermogun,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Aliansi Pemerhati Penyakit Kronis, Bakteri dan Covid-19, John Sineri, kejuaraan tersebut terbuka untuk umum warga Kota Bitung. “Kejuaraan ini akan meperebutkan tropy bergilir dan trofi tetap serta uang pembinaan dari Bapak Wali Kota Bitung, Max J Lomban. Dua kategori yang akan dipertandingkan, Beregu antar instansi negeri dan swasta, dan kategori umum perorangan, tanpa biaya pendaftaran,”ujar penanggung jawab kegiatan ini, Kamis (6/8/2020).

Senada dengan John, Pengawas Pertandingan yang juga Master Catur Kota Bitung, Herry Benjamin, dalam rapat persiapan mengatakan, kejuaraan catur tersebut, menggunakan sistim swiss, bukan sistim gugur. “Ini seperti setengah kompetisi, yang kalah babak pertama bisa bermain lagi, pemain harus mengikuti Teknichal Meeting, yang dilaksanakan sebelum lomba dimulai,”ungkap Kasat Pol-PP Pemkot Bitung ini.

Lanjutnya juga, untuk tertibnya kejuaraan ini, setiap peserta diwajibkan menggunakan pakain rapih dan bersepatu, serta membawa papan catur sendiri. “Peserta beregu instansi negeri/swasta, menunjukkan tanda pengenal/kartu anggota atau surat rekomendasi dari instansi yang mengutusnya, arena pertandingan hanya khusus bagi pemain dan wasit, serta panitia dan penunjau, peserta juga wajib menyiapkan thumbler,” ungkap Herry. (Yappi Letto)