Didongkrak Gaji ke-13, Daya Beli Masyarakat di Mal Mulai Membaik

oleh -
Manado Town Square. (FOTO: KORAN SINDO MANADO)

MANADO – Animo masyarakat berbelanja di pusat perbelanjaan kian membaik meski belum berjalan normal sebelum pandemi Covid-19 melanda. Dari pantauan KORAN SINDO MANADO/SINDOMANADO.COM di Manado Town Square (Mantos), trafik pengunjung mulai alami pertumbuhan. Apalagi di waktu-waktu ini Aparatur Sipil Negara (ASN), mendapat udara segar dengan adanya gaji-13. Hal itu terlihat dari lalu lalangnya ASN di Mantos.

Di Informa yang merupakan salah satu pemain usaha di perlengkapan rumah dan sebagainya aktivitas pengunjung kian dirasa membaik. Store Manager Informa Beny mengatakan, untuk aktivitas pengunjung kian terasa beberapa hari terakhir ini. “Walaupun belum sebaik yang kemarin-kemarin, namun tingkat kunjungan pengunjung kian membaik. Apalagi di beberapa hari terakhir, terasa lebih banyak lagi. Hal itu juga diikuti dengan adanya penerimaan gaji-13 dari ASN dan bisa dilihat banyak ASN yang mulai memilih-milih barang untuk dibeli nantinya,”ujarnya kepada KORAN SINDO MANADO, Rabu (12/8/2020).

Lanjut dia, di Informa juga penerapan protokol kesehatan sangat ketat. Seluruh karyawan sudah dilengkapi dengan perlengkapan keamanan kesehatan. “Melalui pintu masuk, semua protokol kesehatan sudah dilakukan. Karyawan pun dilengkapi dengan tingkat kesiapan yang tinggi dalam bekerja, semuanya dilakukan untuk kenyamanan bersama,”ujarnya.

Senada dengan hal itu, di tenant Buccheri juga mengalami hal yang sama. Pegawai Buccheri bernama Mayang mengatakan, di tenant-nya sendiri animo masyarakat dalam berbelanja sudah terasa walaupun belum banyak. “Saat ini pengunjung yang membeli sudah ada, namun belum banyak. Masih perlu optimis lagi, agar kedepannya lebih baik,”ucapnya.

Di tenant Hush Puppies juga merasakan hal yang sama. Pegawai Hush Puppies Julita menuturkan, dalam sehari pengunjung di tenant ini bisa tiga atau lima orang. Walaupun adanya pembatasan orang yang masuk, namun hal ini tentunya belum seperti yang kita perkirakan. “Di dalam toko memang tidak diperbolehkan banyak orang hanya bisa 12 orang saja, di momen ini juga pengunjung masih sedikit entah pengunjung yang berpakaian warga sipil maupun ASN,”ujarnya.

Beroperasinya sebagian tenant di Mantos, tentunya kian perlahan memulihkan ekonomi di daerah melalui karyawannya maupun sektor usahanya. Hal ini tentunya yang menjadi tujuan pemerintah, dimana ekonomi tetap harus bergerak dengan protokol kesehatan dan ekonomi warga serta usaha kian pulih secara bertahap.

Pencairan gaji ke-13 ASN yang mulai dilakukan memang diharapkan mendongkrak konsumsi rumah tangga di masa pandemi. Langkah tersebut juga digadang-gadang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang lesu.

Sektor konsumsi menjadi perhatian pemerintah karena selama ini sebagai kontributor utama produk domestik bruto (PDB) dengan persentase lebih dari 50%. Sehingga, tambahan gaji bagi PNS tersebut menjadi andalan agar sektor konsumsi tetap tumbuh setelah pada kuartal II/2020 mengalami penurunan sekitar 5%.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, gaji ke-13 untuk membantu ASN terkait biaya sekolah. Pencairan ini memang lebih lambat dibanding tahun sebelumnya yang biasanya pada Juli. Kebijakan gaji ke-13 pertama kali diberikan kepada PNS sejak 2004. “Niat pemerintah selama ini memberikan gaji ke-13 prioritas utama untuk menyekolahkan anak di tahun ajaran baru pendidikan,” katanya kepada SINDO Media di Jakarta, belum lama ini.

Dia menambahkan, dengan membelanjakan gaji ke-13, ASN dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.  Tjahjo juga berpesan agar ASN harus tetap produktif dan mengikuti protokol kesehatan guna menopang meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Seperti diketahui untuk komponen gaji ke-13, PNS kali ini hanya terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum.  (Clay Lalamentik)