Langgar Protokol Kesehatan, TNI-Polri Bubarkan Kerumunan Anak Muda saat Asyik Mabar PUBG di Wenang

oleh -
TNI-Polri membubarkan pengunjung kafe yang didominasi anak muda karena melanggar protokol Kesehatan covid-19, akhir pekan lalu. (FOTO: Deidy Wuisan)

MANADO — Petugas gabungan TNI dan Polri membubarkan pengunjung salah satu cafe di bilangan Kecamatan Wenang, Kota Manado lantaran melanggar protokol kesehatan covid-19, Sabtu (12/9) malam.

Petugas gabungan Koramil 1309/02 WTPM dan Polsek Wenang lantas meminta agar ratusan pengunjung kafe yang didominasi anak muda tersebut untuk meninggalkan lokasi event e-sports tersebut.

Diketahu, kafe tersebut menyelenggarakan event e-sports PUBG yang menimbulkan kerumunan orang. Komandan Kodim (Dandim) 1309 Manado Letkol Inf Raja Sulung Purba mengatakan, tempat hiburan, lebih khusus kafe yang ingin menyelenggarakan event tetap harus mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. “Memasuki era kebiasaan baru ini, kami mengimbau masyarakat Manado lebih memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan agar kasus covid-19 bisa menurun,” ujar Dandim.

Setelah memberi imbauan, Babinsa Koramil 1309/02 dan anggota Polsek Wenang akhirnya membubarkan ratusan gamers yang ikut hadir di event tersebut.

“TNI-Polri akan menindak tegas bila didapati kafe atau tempat hiburan lainya jika masih tidak mengindahkan aturan protokol kesehatan,” tegas Dandim. Sementara itu, Ketua Panitia Event Game Mobile Billy Klavert mengaku tidak menyangka acaranya akan seramai ini.

“Kami sudah membatasi peserta dan pendukung yang akan datang. Tetapi antusias para gamers di Manado sangat tinggi,” tandas Billy.

Sekedar diketahui petugas gabungan menggelar Razia Cipta Kondisi di masa pandemi Covid-19 ke sejumlah lokasi di Kota Manado. Razia tersebut meliputi razia masker dan kerumunan yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Razia Cipta Kondisi ini juga menyasar pemeriksaan identitas untuk menjaga kamtibmas. Seluruh giat dilakukan dengan cara persuasif, akan tetapi jika didapati pelanggar melakukan tindakan yang mencurigakan maupun pidana, maka akan dikenakan sanksi hukum. (Deidy Wuisan)