Pemprov Salurkan 60 Ton Beras untuk Warga Terdampak Covid-19 di Lima Daerah

oleh -
Foto bersama usai penyerahan bantuan beras bagi warga terdampak Covid-19 di Kantor Gubernur Sulut. (Istimewa)

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyalurkan sebanyak 60 ton beras untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Manado, Bitung, Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara (Minut) dan Minahasa Selatan (Minsel).

Penyaluran bantuan ini diserahkan langsung Gubernur Olly Dondokambey secara simbolis kepada perwakilan pemerintah di lobi Kantor Gubernur Sulut, Senin (4/9/2020).

Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulut, Sandra Moniaga menjelaskan, penyaluran bantuan beras diperuntukan untuk masyarakat terdampak Covid-19 yang belum tersentuh bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulut.

“Ada 60 ton beras yang disalurkan, yakni Manado sebanyak 20 ton, kemudian empat daerah lainnya masing-masing sebanyak 10 ton,” ungkap Sandra.

Dijelaskannya, bantuan tersebut pengadaannya sejak Agustus, dan penyaluran disesuaikan dengan data yang masuk dari kabupaten/kota.

“Kita salurkan bantuan sesuai data yang masuk dari instansi terkait di kabupaten/kota. Penerima yang datang juga dari perwakilan pemda setempat. Ini dilakukan dengan penerapan protokol Covid-19,” terangnya.

Sandra mengatakan, penyaluran bantuan ini memang diperuntukan bagi lima daerah tersebut yang dampak Covid-19 paling besar.

“Kita berharap lewat bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ini. Selain bantuan beras, kita juga sudah melaksanakan Gelar Pangan Murah di kabupaten/kota. Itu semua untuk membantu warga,” tukasnya.

Pemerhati sosial kemasyarakatan Johnes Kaseger menilai, penyaluran bantuan seperti beras kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 memang sangat diperlukan, dan mesti terus menjadi perhatian dari pemerintah.

“Pandemi ini belum berakhir. Tidak dipungkiri, banyak warga kecil sangat terdampak situasi seperti ini. Jadi, adanya bantuan beras dan sejenisnya, tentu sangat diperlukan mereka untuk bertahan di situasi sulit saat ini,” tutur Kaseger.

Dia mengapresiasi adanya terobosan dari pemerintah untuk membantu masyarakat, seperti menghidupkan UMKM, karena menjadi sektor yang paling terpukul akibat Covid-19.

“Kita jangan kalah dengan pandemi. Pemulihan ekonomi menjadi hal prioritas atau sejalan dengan penanganan kesehatan saat ini. Peran pemerintah tentunya menjadi hal yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak Covid-19. Kiranya ini bisa terus menjadi perhatian pemerintah serta stakeholder yang ada,” tandasnya. (rivco tololiu)