Liow Tenangkan Demo Mahasiswa Papua, Ingatkan Soal Keamanan dan Protokol Covid-19

oleh -
Tampak, Kepala Kesbangpol Sulut Steven Liow dengan pengamanan kepolisian saat menenangkan mahasiswa Papua yang menggelar demo. (istimewa)

MANADO – Mahasiswa Papua menggelar aksi demo menolak Otsus Jilid II di kompleks Asrama Cenderawasih V, Kelurahan Bahu, Kota Manado, Senin (21/9/2020).

Ratusan mahasiswa Papua tersebut berencana menyampaikan aspirasinya langsung ke Kantor Gubernur Sulut. Mereka ingin bertemu Gubernur Olly Dondokambey untuk menyampaikannya.

Aparat kepolisian langsung melakukan blokade jalur keluar kompleks Asrama Cenderawasih saat melihat pergerakan ratusan massa yang mulai keluar jalan hendak ke Kantor Gubernur Sulut.

Para mahasiswa berusaha membuka blokade polisi, dan terjadi saling dorong mendorong. Suasana berubah menjadi mencekam, karena para mahasiswa berteriak-teriak hingga menjadi pusat perhatian warga setempat.

Pihak kepolisian dengan sigap dan tenang tetap menutup rapat blokade dengan pengamanan berlapis. Mahasiswa terus berorasi dan memaksa petugas membuka blokade.

Melihat kondisi itu, Gubernur Olly Dondokambey menugaskan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut, Steven Liow untuk bertemu para perwakilan mahasiswa yang melakukan demo tersebut.

Dengan pengamanan pihak kepolisian dan diback-up TNI, Liow berhasil menenangkan para mahasiswa, serta meminta perwakilan mereka untuk berbicara.

Kesempatan itu, Liow meminta para mahasiswa Papua untuk menjaga keamanan, kedamaian, kenyamanan dan ketentraman daerah Sulawesi Utara.

Karena menurutnya, masyarakat di daerah ini menghidupi filosofi ‘Torang Samua Ciptaan Tuhan’ dan ‘Torang Samua Basudara’.

Terkait keinginan mahasiswa Papua demo di Kantor Gubernur Sulut dan ingin bertemu Gubernur Olly Dondokambey, Liow pun menyampaikan bahwa Gubernur Sulut begitu aspiratif, bahkan senang menerima siapa saja yang datang bertemu untuk menyampaikan aspirasi.

“Hanya saja, adik-adik mahasiswa harus mengetahui, saat ini kita berada dalam situasi pandemi Covid-19. Pak gubernur minta adik-adik harus patuhi protokol kesehatan. Jadi adik-adik harus jalani rapid test terlebih dahulu jika ingin bertemu pak gubernur,” jelasnya.

“Karena selaku pejabat Negara, pak gubernur sangat ketat dan disiplin menjalankan protokol Covid-19. Kalau pun bertemu, jumlahnya harus terbatas minimal 10 atau 50 orang perwakilan saja,” sambungnya.

Para perwakilan mahasiswa Papua tersebut menerima penyampaian Kepala Badan Kesbangpol tersebut. Beberapa menit kemudian, mereka sepakat kembali ke Asrama Cenderawasih V dan mengurungkan niat menuju ke Kantor Gubernur Sulut.

Warga setempat memuji langkah pengamanan ketat yang dilakukan pihak kepolisian dengan sabar, tenang dan terukur.

“Terima kasih pak Kapolda, juga pak Kapolresta Manado karena aparat Polri begitu tenang dan sabar mengamankan demo mahasiswa Papua ini, ” tandas Andre, warga Bahu.

“Tadinya, kami was-was akan jadi bentrok antara adik-adik mahasiswa Papua dengan aparat kepolisian. Tapi, tidak. Aparat kepolisian berhasil mengamankan jalannya demo. Terima kasih pak Kapolda,” tambah Elena, warga setempat. (rivco tololiu)