Refleksi 2 Tahun Kepemimpinan JS-JL, “Lahir dan Besar Bersama Rakyat“

oleh -
Arce Kalalo SH, Kepala Bagian Hukum Setdakab Minahasa Tenggara. (istimewa)
BUNGA mawar tidak mempropagandakan harum semerbaknya, dengan sendirinya harum semerbaknya itu tersebar di sekelilingnya. kutipan yang diambil dari Bung Karno menjadi bahan refleksi pada dua tahun kepemimpinan Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap dan Wakil Bupati Jesaja Jocke Legi.
Hampir banyak catatan yang sudah diukir “Dwi Tunggal” pemimpin Kabupaten Minahasa Tenggara ini.
Mencatatkan prestasi yang dampaknya harus diakui membawa Kabupaten Minahasa Tenggara menjadi daerah maju di Sulawesi Utara.
Menilik catatan prestasi di tahun kedua kepemimpinan JS-JL ini, bukan hal yang mustahil kedua pemimpin yang lahir dan besar bersama rakyat ini ‘diganjar’ penghargaan dan prestasi.
Minahasa Tenggara diakui KPK salah daerah paling siap dalam pencegahan korupsi di Sulawesi Utara, dan teranyar baru saja mendapatkan penghargaan presiden karena mampu mempertahankan opini WTP lima kali secara beruntun.
Menggapai prestasi bukan tanpa tantangan, di masa pandemi COVID-19, Minahasa Tenggara harus mengambil langkah sikap tegas agar rakyat tidak menjadi korban.
Bahkan jadi daerah pertama di Sulawesi Utara yang mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan pencegahan COVID-19, yang akhirnya diikuti sejumlah kabupaten/kota lainnya.
Meski sejumlah kebijakan mendapatkan pertentangan terkait penanganan COVID-19 di Minahasa Tenggara, namun hasilnya banyak rakyat yang diselamatkan.
Keduanya lahir dari rakyat kecil, berjuang untuk rakyat, karena bagi mereka mewujudkan cita-cita dan mimpi seluruh rakyat Minahasa Tenggara adalah amanat yang harus diperjuangkan.
Merdeka !!!! (*)