Wamendag Jerry Sambuaga Sebut Kehadiran Tol Manado-Bitung Bukti Perhatian Tinggi Presiden Jokowi Terhadap Sulut

oleh -
Wamendag RI Jerry Sambuaga saat meninjau operasional Tol Manado-Bitung, Jumat (2/10/2020). (ist)

MANADO — Dalam kunjungan kerja di Sulawesi Utara (Sulut), Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga juga meninjau operasional Tol Manado-Bitung, Jumat (2/10/2020).

Wamendag didampingi Kadisperindag Provinsi Sulut Edwin Kindangen dan disambut oleh Direktur Tol Manado-Bitung George Manurung.

Dalam kesempatan itu, Wamendag berterima kasih kepada Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian PUPR terkait pembangunan tol. Dimana ini merupakan bukti perhatian dan keberpihakan Presiden Jokowi terhadap Sulut.

Jerry mengatakan, tol pertama di Sulut itu sudah lama dinantikan masyarakat.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Presiden Jokowi juga Menteri PUPR, Basuki Hadi Muljono yang telah mewujudkan tol ini. Tentu tidak lupa kepada gubernur dan pemkot/pemkab. Sulut bangga, senang, berterima kasih dan bersyukur kepada Presiden Jokowi karena ini tol pertama yang ada di Sulut,” kata Jerry di sela-sela kunjungan.

Kehadiran tol bukan hanya dimaknai sebagai tanda kemajuan tetapi juga karena dampak positifnya. Dilihat dari sisi kemajuan, tol menandakan kebutuhan lalu lintas yang semakin modern dan nyaman. Sedangkan dari sisi yang esensial, tol tentu akan memperlancar arus lalu lintas dan menggerakkan perdagangan dan ekonomi. Dengan adanya tol, potensi ekonomi Sulut bisa terus digenjol lagi.

“Manfaat tol sangat besar. Dalam perspektif perdagangan, arus distribusi akan lebih lancar sehingga harga-harga akan lebih murah. Juga dampaknya pada arus supply chain produksi. Bahan mentah dan bahan baku untuk berbagai industri, pertanian dan lain-lain akan lebih murah sehingga produk daerah juga akan meningkat daya saingnya,” ujar Wamen yang juga putra daerah asal Sulut itu.

Lebih lanjut, Jerry mengharapkan dua hal. Pertama, ia ingin agar masyarakat, khususnya dunia usaha memanfaatkan kehadiran tol itu dengan seoptimal mungkin. Tol tidak boleh hanya memacu konsumsi masyarakat, sebaliknya harus bisa memacu produktifitas warga. Artinya, kehadiran tol bukan hanya menjadi sarana distribusi produk dari luar daerah tetapi juga bisa meningkatkan produk-produk asli Sulut yang bisa diperdagangkan ke luar daerah hingga keluar negeri. Wamen millenial itu yakin banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Foto bersama Wamendag Jerry Sambuaga dengan pengelola Tol Manado-Bitung di depan pintu masuk tol.

Selan itu, tol juga akan meningkatkan akses, konektivitas, mobilitas, dan aktivitas masyarakat Manado, Bitung dan sekitarnya. Tol juga pasti akan meningkatkan aktivitas perdagangan masyarakat Sulut, karena akses dan mobilitas semakin mudah dan cepat. Sehingga dengan perdagangan yang meningkat otomatis akan meningkatkan roda perekonomian di Sulut.

“Terima kasih juga kepada Pemprov sulut, Pemkot manado, Pemkot Bitung dan seluruh teman-teman Kepala Daerah yang telah memberikan support kepada jalan tol Manado-Bitung ini,” lanjutnya.

Kedua, Wamendag Jerry Sambuaga mengharapkan kolaborasi yang makin intensif antara pemerintah h kabupaten dan kota di Sulawesi Utara dengan pemerintah pusat untuk bisa memanfaatkan kehadiran tol tersebut. Kementerian Perdagangan sendiri, menurut Jerry punya banyak program kerja untuk memfasilitasi industri di daerah agar bisa tumbuh dan bersaing.

Jerry mengatakan bahwa ada banyak program kerja Kemendag untuk desain produk, fasilitasi perdagangan hingga program akselerasi ekspor. Kolaborasi yang baik akan memunculkan usahawan dan perusahaan baru di Sulut yang bisa bersaing di level nasional bahkan internasional.

“Sulut sudah pasti banyak potensi. Dan potensi itu sekarang difasilitasi dengan berbagai infrastruktur yang dibangun pada masa kepeminpinan Presiden Jokowi. Sekarang tinggal bagaimana kita fasilitasi dalam produksi dan perdagangan. saya yakin Sulut bisa. ini saatnya usahawan dan industri Sulut berbicara di level nasional atau bahkan internasional,” tambah Wamendag.

Yang dimaksud Wamendag mengenai daya saing bukan hanya di sektor primer, tetapi harus bisa bersaing di sektor pengolahan dan sektor lain yang memakai Teknologi. Menurutnya, di sektor pertanian, perkebunan dan kelautan juga harus mulai berpikir untuk berproduksi dalam skala industri. Ini hanya bisa dilakukan jika memanfaatkan teknologi dengan tenaga kerja berketerampilan tinggi. (kimgerry)