Curah Hujan Tinggi Efek La Nina, Waspada Bencana Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang

oleh -
Pohon tumbang menimpa satu unit kendaraan di Kelurahan Kombos. (FOTO: Istimewa)

MANADO– Curah hujan tinggi sebagai dampak dari fenomena alam La Nina juga dirasakan di Sulawesi Utara (Sulut). Di Kota Manado, hujan deras disertai angin kencang terjadi hampir setiap hari. Akibatnya sejumlah tempat terendam banjir dan poton tumbang.

Salah satu titik lokasi yang terjadi banjir di SPBU depan Kantor kecamatan Wenang. Di daerah Kelurahan Kombos barat, tinggi luapan air di jalan raya telah mencapai setinggi lutut orang dewasa sehingga sulit dilintasi kendaraan pada Sabtu (17/10/2020).

Hal serupa juga terjadi di Kelurahan Bailang, luapan air mencapai pinggang orang dewasa. Di Kelurahan Banjer, luapan air setinggi paha orang dewasa mengaliri jalan dan rumah warga dengan arus yang relatif kencang.

Hujan lebat yang disertai angin kencang turut mengakibatkan tumbangnya banyak pohon. Satu di antaranya yang menimpa kendaraan yang tengah melintas di Kelurahan Kombos Barat, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dalam siaran persnya telah mengeluarkan peringatan cuaca pada Sabtu (17/10/2020) agar mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dalam tiga heri ke depan di wilayah Manado, Bitung, Tomohon, Kotamobagu, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolmong, Bolmong Timur, Bolmong Utara, Kepuauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Fenomena alam ini disebabkan oleh La Nina yang bisa memicu bencana hidrometeorologi. Curah hujan disebut meningkat hingga 40% dan dapat berakibat bencana hidrometeorologi diantaranya adalah banjir, tanah longsor, angin puting beliung, badai, dan sejenisnya.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Herizal mengimbau warga harus waspada. “La Nina itu luas, sebenarnya bukan hanya Sulut. Indonesia secara umum terdampak La Nina. Seluruh Indonesia suhu penguapan laut saat ini tinggi, maka memicu awan-awan konvektif yang mengandung hujan,” jelasnya. Bencana tersebut, lanjut dia, akan sangat berdampak bagi masyarakt yang bermukim di pesisir pantai dan bantaran sungai atau lereng bukit. Untuk itu, dia menyarankan agar kewaspadaan lebih ditingkatkan. (Deidy Wuisan)