H-7 Pemungutan Suara, KPU Manado Kerahkan Anggota Jemput Langsung Logistik Pilkada

oleh -
Ketua KPUD Manado, Jusuf Wowor.

MANADO — Tujuh hari lagi, warga Manado akan memilih wali kota dan wakil wali kota serta Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado pun terus berupaya melengkapi seluruh logistik yang akan digunakan pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) nanti.

Disampaikan Ketua KPU Manado, Jusuf Wowor kepada wartawan KORAN SINDO MANADO, hingga saat ini pihaknya masih menunggu beberapa item logistik yang masih dalam pengiriman. Sesuai dengan kontrak yang telah dibuat bersama dengan pihak penyedia logisitik.

“Sementara berproses, masih ada beberapa item logisitik yang masih kita tunggu. Untuk mempercepat proses pengadaan juga, daripada menunggu mereka (penyedia logisitik) kirim agak terlambat, kita kerahkan anggota untuk menjemput logistik pilkada tersebut,” ungkap Wowor, Selasa (1/12/2020).

Lanjut Ketua Divisi Keuangan, Umum, Logistik dan Rumah Tangga KPU Manado, item logisitik tersebut memang diupayakan untuk dijemput langsung. Sebab, apabila menunggu kedatangan lewat jalur laut sesuai dengan kontrak yang ada, memang agak sedikit lama untuk bisa sampai ke Manado.

“Kami berusaha agar H-1 pemilihan, semua logistik pilkada telah terdistribusikan ke setiap tempat pemungutan suara (TPS). Direncanakan, pada 5 atau 6 Desember kita sudah akan distribusikan logisitik ke daerah kepulauan karena menyeberang, harus menyesuaikan juga dengan cuaca,” sebut Wowor.

Sekadar diketahui, untuk logisitik-logistik yang masih dalam proses pengiriman dan sedang ditunggu kedatangannya, salah satunya termasuk alat pelindung diri (APD) bagi para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“APD masih belum lengkap dan ada juga beberapa item logisitk lain, tapi hanya kecil. Tinggal kita tunggu saja kedatangannya. Kami lakukan upaya semaksimal mungkin agar seluruh logisitik bisa didistribusikan tepat waktu,” tutupnya.

Adapun masyarakat Kota Manado diharapkan untuk dapat menyalurkan hak pilihnya pada 9 Desember 2020. KPU menjamin protokol kesehatan di TPS dilakukan secara ketat jadi wajib pilih tidak usah takut. (fernando rumetor/get)