15 Ribu Vaksin Tiba di Sulut, Polisi Jaga Ketat 1×24 Jam

oleh -
Kadinkes Sulut, dr Debie Kalalo menerima langsung vaksin Covid-19 yang dikawal pihak Kepolisian dari Bandara Sam Ratulangi ke tempat penyimpanan di Dinkes Sulut. (Foto: Istimewa)

 

MANADO— Sekira 15.000 dosis vaksin Covid-19 telah tiba di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kemarin. Ini merupakan pengiriman pertama dari total 23.000 dosis vaksin tahap pertama yang diterima Sulut. Vaksin pun langsung disimpan di Cold Room atau rantai dingin milik Dinkesda Sulut, serta dijaga ketat oleh aparat Kepolisian.

“Vaksin sudah tiba tadi pagi (kemarin) jam 6 lewat penerbangan Batik Air. Sudah aman tersimpan di Cold Room Dinkes Provinsi. Ada 15.000 dosis,” ujar Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel, kemarin.

Masih terdapat sekira 8.000 dosis vaksin lagi yang akan diterima Bumi Nyiur Melambai pada minggu depan. “Kemampuan Cold Room kita itu 15.000. Ini kan nanti akan dilakukan distribusi (ke kabupaten/kota), nanti pada saat dilakukan distribusi, baru kemudian yang sekian masuk lagi,” bebernya.

Dari data terakhir, kata dia, terdapat 22.110 Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang akan menerima vaksin Covid-19 pada tahap pertama ini, antara lain para tenaga kesehatan (Nakes), serta tenaga non kesehatan seperti sopir ambulance, tenaga laundry, serta relawan dan orang-orang yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

“Untuk vaksinasi Covid-19 ini ada dua dosis. Dosis pertama kemudian dosis kedua 14 hari setelahnya. Jadi kalau mau dihitung total kebutuhan pada tahap pertama ini untuk 22.110 SDMK, maka kurang lebih 44.220 dosis yang diperlukan. Tapi kami tidak bisa menerima langsung 44.220 itu karena berhubungan dengan ketersediaan Cold Room tadi,” ungkap Dandel.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Sulut itu menyebut, vaksin yang diterima harus disimpan dalam suhu terkontrol 2-8 derajat celcius. Apabila disimpan dalam suhu diatas rekomendasi tersebut dalam jangka waktu yang lama, maka vaksin dapat rusak.

“Untuk menyuntik 22 ribu itu tidak selesai satu hari. Apalagi petunjuk teknisnya  kalau saya tidak salah, satu fasilitas kesehatan itu yang dilatih hanya 20 (orang yang disuntik) per hari, untuk menghindari tumpukkan. Jadi satu hari itu hanya dialokasikan untuk 20 orang yang bisa dilayani,” pungkasnya.

“Jadi kalau hanya 20, fasilitas kesehatan kita ada berapa, ya sehingga kemudian untuk 22 ribu itu butuh waktu. Kurang lebih kami hitung tadi bisa sampai satu bulan untuk tahap awal ini. Sehingga ketika datang 15 ribu vaksin ini, dia tidak akan habis satu hari. Dia akan habis mungkin sekira dua minggu, baru masih ada waktu persiapan untuk dosis kedua,” tutur Dandel.

Dijelaskannya juga, untuk Cold Room atau rantai dingin pendistribusian vaksin virus korona ini telah dipersiapkan secara matang. Dari tempat produksi kemudian dibawa ke Indonesia dan disimpan di Biofarma, vaksin Sinovac itu telah dijaga suhunya agar tidak melewati standar 2-8 derajat celcius.

“Dari sana (Biofarma) juga waktu dibawa dengan pesawat terbang kesini (Dinkes Sulut) itu di suhu terkontrol 2-8 derajat celcius. Dibawa juga tadi dari Bandara sampai disini itu di mobil yang khusus dengan Cold Room. Sampai di gedung kita, tetap dipertahankan 2-8 derajat celcius,” jelasnya.

Lalu nanti untuk pendistribusian vaksin ke 15 Kabupaten/Kota se-Sulut, disampaikan Dandel bahwa pihaknya telah menyiapkan mobil khusus distribusi vaksin yang mempunyai lemari pendingin di dalamnya. “Jadi rantai dinginnya kita sudah siapkan seperti itu,” imbuhnya.

Secara teknis sendiri, ucap Dandel, pendistribusian vaksin bukanlah hal baru bagi Dinkesda Provinsi dan Kabupaten/Kota. Hal itu dikarenakan setiap tahunnya Dinkesda memvaksinasi ribuan anak dibawah usia satu tahun maupun diatas usia satu tahun untuk imunisasi tambahan dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

“Cuman saat ini ditambah dengan satu antigen baru yaitu (vaksin) Covid-19 untuk yang umur 18-59 tahun. Kita tinggal merefreshing kemampuan petugas vaksinator karena ada antigen yang baru, jadi ada langkah-langkah persiapan khusus, disamping meningkatkan kapasitas Cold Room,” tukasnya.

Nantinya untuk pemberian vaksin di Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang telah ditunjuk, beber Dandel, akan ada langkah-langkah screening tambahan untuk memastikan bahwa orang yang menerima vaksin dalam kondisi fit dan bisa menerima suntikan vaksin tersebut.

“Di post delivery, pos tempat penyuntikan itu ada empat meja kalau saya tidak salah. Pertama ada meja pendaftaran, baru ada meja screening. Di meja screening itu nanti akan diperiksa tensi, gula darah, kalau terkontrol silahkan lanjut, tapi kalau tidak maka untuk sementara dikecualikan dulu untuk penerimaan vaksin. Jadi ada langkah-langkah screening itu,” sebut Dandel.

 

“Tapi yang pasti untuk yang akan menerima vaksin itu harus mendapatkan notifikasi atau pemberitahuan melalui SMS, karena itu sudah menjadi keputusan Menteri Kesehatan. Yang tidak mendapatkan notifikasi berarti belum. Itu harus didaftarkan untuk fase berikutnya,” kuncinya.

Adapun pemberian vaksin direncanakan pemerintah pusat akan dilakukan serentak pada 14 dan 15 Januari 2021, apabila izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah keluar dan sudah ada petunjuk dari Kementerian Kesehatan.

Presiden Joko Widodo sendiri direncanakan akan divaksin pertama kali pada 13 Januari 2021 nanti. Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono membenarkan hal tersebut. Dia menyebut bahwa tata caranya akan dibahas pada pekan ini.

“Iya (Rabu, 13 Januari 2021) dan tata cara prosesnya akan dibahas pada Jumat ini (8/1/2021). Jadi siapa saja mungkin ada perwakilan yang lain dan prosesnya kan gak sembarang langkah-langkahnya,” katanya.

Ditanyakan apakah saat vaksinasi tersebut juga akan dilakukan bersama para menteri, Heru mengatakan bahwa masih dalam tahap pembahasan. “Hari Jumat kita bahas siapa saja. Dari perwakilan masyarakat, TNI, nanti jumat dibahas,” bebernya.

Heru mengatakan bahwa hal ini akan disiarkan langsung agar masyarakat dapat melihat dan memberikan semangat. “Iya (disiarkan langsung). Agar masyarakat bisa lihat langsung memberikan semangat. Bisa dilanjutkan ke daerah-daerah juga. Minimal provinsi, kota-kota besar juga ikut melanjutkan,” tutupnya. Sementara itu, personel Satbrimob, Ditlantas dan Ditsamapta Polda Sulut turut mengamankan sekaligus mengawal ketat proses kedatangan vaksin Covid-19i. Pengamanan dipimpin langsung oleh Dansatbrimob Polda Sulut Kombes Pol Bruri Soekotjo Adyakso Putro.

Informasi diperoleh, vaksin jenis Sinovac tersebut diangkut menggunakan pesawat komersial, dan tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, sekira pukul 07.00 WITA.

Sesaat usai diturunkan dari pesawat, vaksin dibawa menuju kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dengan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Vaksin tiba di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulut sekitar pukul 08.50 WITA.

Selanjutnya pukul 09.00 WITA, vaksin diserahkan kepada pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, disaksikan oleh Karoops Polda Sulut Kombes Pol Desman Sujaya Tarigan bersama Dirreskrimsus, Kombes Pol Michael Irwan Tamsil, Dirresnarkoba Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono, dan Kapolresta Manado Kombes Pol Elvianus Laoli.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengamanan dan pengawalan kedatangan vaksin berjalan lancar.

Vaksin selanjutnya disimpan di ruangan khusus yang berada di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dan tetap dijaga ketat oleh personel Polda Sulut selama 1×24 jam secara bergantian,” ujarnya, Selasa siang. Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, pengamanan dan pengawalan tersebut berdasarkan Surat Perintah Kapolda Sulut tanggal 4 Januari 2021 tentang pengamanan pendistribusian vaksin Covid-19 di wilayah Polda Sulut.

“Personel bertugas mengamankan dan mengawal vaksin Covid-19 sejak kedatangan di bandara hingga penyerahan dan penyimpanan di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Tujuannya mencegah gangguan keamanan,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Fernando Rumetor/Deidy Wuisan)