KPU Sulut Siapkan Buku Bertajuk Jalan Panjang Pemutakhiran Data Pemilih

oleh -
KPU Sulut mengadakan FGD penyusunan buku Jalan Panjang Pemutakhiran Data Pemilih di Tomohon pada Rabu (17/2/2021). (FOTO: Istimewa)

TOMOHON- Guna mengoptimalkan pengumpulan bahan penulisan buku, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut marathon ke beberapa daerah. KPU mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk penulisan buku bertajuk Jalan Panjang Pemutakhiran Data Pemilih. Kali ini Kota Tomohon terpilih menjadi tuan rumah kedua. Kegiatan digelar Rabu (17/2/2021) bertempat di Aula KPU Tomohon dan dihadiri langsung penulis yakni Ferry D Liando dan M Iqbal Suma.

Dalam kesempatan tersebut juga, diikuti secara virtual Komisioner KPU Sulut Kadiv Perencanaan Data dan Informasi Lanny Anggriany Ointu dan Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggrainy.

Dalam kesempatan tersebut, Liando yang juga merupakan Konsorsium Tata Kelola Pemilu menuturkan, FGD ini merupakan salah satu langkah strategis. “Terlebih dalam menggali bahan yang bisa dituangkan dalam buku nanti, mengingat buku ini akan menjadi rujukan bagi penyelenggara berikutnya,” jelas Liando.

Persoalan data pemilih selalu menjadi momok setiap penyelenggaraan. “Lewat buku ini bisa menjadi manajemen krisis, sehingga terbantu menghadapi keadaan, meskipun tidak bisa menghentikan tetapi setidaknya bisa mengurangi masalah, dengan menggandeng para penyelenggara lapangan sangat membantu. Apalagi menjangkau kejadian-kejadian di lapangan yang memiliki permasalahan beda-beda setiap daerah,” lanjut akademisi Unsrat yang juga pengurus AIPI Sulut ini.

Sementara itu, penulis lainnya, M Iqbal Suma menjelaskan ada berbagai persoalan yang ditemui selama ini. “Untuk kedua kalinya kita menggelar FGD ternyata di sini kita bisa menemukan keunikan tersendiri semisal PPDP yang melakukan coklit tercepat, hingga faktor budaya kehidupan masyarakat lokal,” jelas Iqbal. Kala membuka kegiatan, Plh Ketua KPU Tomohon sekaligus Koordinator Divisi Teknis Ronny Golioth mengakui

Persoalan Pemutakhiran data pemilih selalu menjadi persoalan. “Mengingat Tomohon kota kecil, dan sebagai daerah transit. Sehingga memiliki kesulitan tersendiri dalam pendataan,” jelas Golioth.

Senada disampaikan Kadiv Perencanaan, Data dan Informasi Albertine V Pijoh mengapresiasi akan kegiatan tersebut. “Suatu kebanggaan bagi kami KPU Tomohon karena bisa menjadi salah satu tempat diadakannya FGD terkait penyusunan buku Jalan Panjang Pemutakhiran Data Pemilih, apalagi mengingat bagaimana peran rekan-rekan di lapangan baik PPK,PPS bahkan PPDP yang terus menunjukam semangat demi mengawal hak masyarakat Tomohon sehingga bisa masuk dalam daftar pemilih,” terang Pijoh.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Komisioner KPU Tomohom divisi Parmas dan SDM Stenly Kowaas, perwakilan KPU Minahasa, beberapa mantan PPK, PPS dan PPDP Tomohon yang telah bersama-sama menghasilkan tingkat partisipasi pemilih tertinggi tingkat kota se Indonesia. (Wailan Montong)