Satgas Covid-19 Sulut Tindak dan Laporkan Oknum Nakes yang Berani Main-Main dengan Dokumen Hasil Rapid Test

oleh -
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel. (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sulawesi Utara (Sulut) menanggapi dengan serius adanya kasus oknum tenaga kesehatan (Nakes) ‘nakal’ yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil rapid test antigen untuk syarat penerbangan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, menegaskan bahwa pihaknya lah yang melaporkan sang oknum kepada pihak Kepolisian. Menurutnya, ini adalah sebagai salah satu bentuk ketegasan Satgas Covid-19 Sulut.

“Kejadian itu yang melaporkan adalah dari Dinkes (Sulut) ke Polresta Manado, bukan korbannya yang melapor. Itu adalah bentuk ketegasan dari Dinas Kesehatan dalam pengawasan,” ujar Dandel saat dihubungi via telepon, Kamis (18/3/2021).

Untuk itu, dirinya pun meminta apabila ada masyarakat yang mengalami hal serupa, bisa melaporkan ke Satgas Covid-19 ataupun Dinkes setempat lewat hotline atau nomor aduan yang sudah tersedia.

“Itu sebagai bentuk pengawasan kita. Karena kalau juga kita mau pasang mata-mata terus di setiap tempat pelaksanaan test itu, berapa tenaga yang harus kita punya?. Makanya kita membangun sistem pelaporan dengan respon yang cepat kalau kejadian seperti ini terjadi,” papar Dandel.

“Kalau ada kejadian seperti ini kita langsung lapor ke Kepolisian. Tidak ada istilahnya kita berupaya untuk mengalihkan isu, berupaya untuk membela (oknum Nakes nakal). Kita ingin ini jadi efek jera bagi yang lain. Sehingga kalau ada yang melanggar seperti ini, kita akan proses secara hukum,” jelasnya.

Di samping itu, ia pun mengimbau kepada masyarakat apabila menerima tawaran seperti ini agar jangan diterima. “Kalau menerima tawaran perubahan (hasil tes), harus cepat melaporkan ke Hotline atau langsung ke Satgas. Pasti kita tindak lanjuti, karena itu sebagai salah satu bentuk transparansi kita,” tegas Dandel.

Hotline pengaduan seputar ini, termasuk juga seputar penanganan Covid-19 yang dimaksudkan adalah di nomor 085341223577. Masyarakat juga bisa mengunjungi kantor Dinkes Sulut di Jalan 17 Agustus, Teling Atas, Wanea, Kota Manado.

Lebih lanjut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkesda Sulut itu menyebutkan bahwa kasus baru-baru ini bukan merupakan kasus dugaan pemalsuan dokumen hasil rapid tes. Sebelumnya telah ada empat kasus serupa yang sudah dilaporkan pihaknya.

“Yang kali ini sudah kejadian yang kelima kali. Paling sering itu terjadi di Bandara, pemalsuan dokumen. Itu sudah ada berapa yang diproses sampai pengadilan. Tindakan pemantauan dan pengawasan selalu kita lakukan,” ungkap Dandel. (Fernando Rumetor)