Rasionalisasi Penggunaan Rapid Test Antigen

oleh -
dr Yelly Tumbol. (FOTO: Istimewa)

Oleh: dr. Yelly Wisye Tumbol

Berbagai pemeriksaan dikembangkan untuk mendeteksi secara cepat paparan virus SARS-CoV-2. Salah satunya yang sedang marak yaitu pemeriksaan antigen rapid test SARS-CoV-2. Apalagi saat ini pemeriksaan sudah meluas sampai masyarakat awam membeli dan memeriksa sendiri.

Pemeriksaan tes cepat antigen tidak dapat menggantikan pemeriksaan NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) seperti pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT – PCR). Rekomendasi pemeriksaan tes cepat antigen dipakai pada kondisi saat pemeriksaan NAAT tidak memungkinkan atau sulit dilakukan. Selain itu perlu diperhatikan sensitivitas dan spesifisitas dari merk tes cepat antigen yang digunakan untuk menilai kemungkinan hasil negatif palsu (Bila sensitivitas rendah) dan positif palsu (Bila spesifitas rendah). Yang dianjurkan sensitivitas ≥ 80% dan spesifisitas ≥ 97% (sesuai acuan WHO).

Pemeriksaan tes cepat antigen harus memenuhi persyaratan, diantaranya:
a. Harus dilakukan oleh tenaga yang terlatih dan disupervisi serta diinterpretasi oleh Tim Ahli.
b. Pengambilan spesimen harus dilakukan di laboratorium yang memiliki fasilitas ruangan bertekanan negatif, atau swab chamber ( bilik pengambilan spesimen swab), atau pada tempat terbuka dengan sirkulasi yang baik dan memperhatikan keamanan lingkungan sekitar. Begitupun dengan pengerjaan pemeriksaan tes cepat antigen harus dilakukan pada tempat sesuai standar.

c. Petugas/orang terlatih pengambilan dan pengerjaan pemeriksaan tes cepat antigen wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) level 3 sesuai Pedoman Pencegahan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19 ).
Interpretasi hasil pemeriksaan tes cepat antigen SARS-CoV-2, harus mempertimbangkan kondisi klinis (gejala), kontak erat, dan riwayat paparan. Apabila tiga hal tersebut tidak diketahui dengan pasti, maka dilaporkan dan diinterpretasikan sebagai berikut :

1. Hasil deteksi tes cepat antigen: Positif
Disarankan : pemeriksaan konfirmasi dengan pemeriksaan RT – PCR, Isolasi / Karantina, 3M ( Mencuci tangan dengan benar, Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak ).
2. Hasil deteksi tes cepat antigen : Negatif
Hasil negatif tidak menyingkirkan kemungkinan terinfeksi SARS-CoV-2, sehingga masih beresiko menularkan ke orang lain, disarankan tes ulang atau tes konfirmasi dengan NAAT (RT-PCR) , terutama pada orang/pasien bergejala atau diketahui memiliki kontak dengan orang yang terkonfirmasi COVID-19. Hasil negatif dapat terjadi pada kondisi kuantitas antigen pada spesimen di bawah level deteksi alat. (*)