Cabai Rawit Sebabkan Kota Manado Alami Inflasi pada Maret 2021 

oleh -
Cabai rawit penyebab inflasi Kota Manado. (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat adanya inflasi yang terjadi di Kota Manado pada Maret 2021. Hal itu tercermin dari naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Tinutuan pada bulan lalu.

“Bulan Maret 2021 Kota Manado mengalami Inflasi sebesar 0,17% karena adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,41 pada Februari 2021 menjadi 106,59 pada Maret 2021,” kata Kepala BPS Sulut, Asim Saputra dalam Berita Resmi Statistik, akhir pekan lalu.

Sumbangan inflasi untuk Maret 2021 itu terdiri dari inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,2262%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0018%, serta kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0098%.

“Penyumbang inflasi terbesar di Kota Manado pada bulan Maret 2021 yaitu cabai rawit sebesar 0,1559%. Lalu disusul tarif kendaraan roda empat online sebesar 0,1023%, bawang merah sebesar 0,0525%, ikan malalugis/sohiri sebesar 0,0507%, rokok putih sebesar 0,0269%,” paparnya.

“Lalu ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso sebesar 0,0161%, parfum sebesar 0,0158%, bola lampu sebesar 0,0147%, ikan deho sebesar 0,0144%, dan cabai merah sebesar 0,0141%,” beber Asim.

Disamping itu, dirinya pun menyampaikan bahwa perkembangan inflasi di Kota Manado sampai dengan Maret 2021 sebesar 0,78%, sedangkan inflasi secara year on year (y-o-y) sebesar 1,65% jika dibandingkan dengan Maret 2020. (Fernando Rumetor)