MANADO – BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan verifikasi ulang data peserta program Pekerja Sosial Keagamaan (Perkasa) di Sulawesi Utara (Sulut).

Program ini merupakan bentuk apresiasi Pemprov Sulut kepada tokoh agama lintas denominasi dengan total peserta sekira 138.000 orang.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Utara, dr. Maulana Anshari Siregar, mengatakan validasi data menjadi pekerjaan rumah utama agar sistem berjalan optimal.

“PR-nya itu adalah bagaimana supaya data itu real time dan valid. Program ini sudah 9 tahun, seharusnya data itu sudah valid dan real time, tapi memang kenyataannya belum demikian,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan bersama Dinas Tenaga Kerja akan mengumpulkan PIC dan pimpinan agama guna memastikan pembaruan data berjalan maksimal.

“Kami mau memanggil seluruh PIC denominasi, kemudian pimpinan gereja sama pimpinan masjid dan sebagainya terkait masalah validasi data, supaya data itu real time dan valid,” jelasnya.

Maulana menegaskan, data yang akurat akan mempercepat pembayaran iuran oleh pemerintah serta mencegah tunggakan klaim peserta.

“Kalau data sudah valid dan real time, maka pembayaran bisa segera dilakukan dan klaim itu tidak ada tertunggak-tunggak lagi,” katanya.

Saat verifikasi, ditemukan berbagai masalah seperti NIK tidak valid, peserta meninggal dunia, hingga data ganda. Sekitar 1.500 data masih dalam proses konfirmasi.

“Harapannya ke depan pembayaran iuran itu bisa dibayarkan setiap bulan, tidak menunggu akhir tahun,” ucap Maulana. (nando)