Bandara Sam Ratulangi Edukasi Mitra Usaha Tentang Pencegahan Kebakaran dan Evakuasi

oleh -
Tampak simulasi penanganan situasi darurat kebakaran di Bandara Sam Ratulangi Manado, Kamis (8/4/2021). (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Guna meningkatkan pengetahuan dan mempersiapkan para mitra usaha dalam menghadapi situasi keadaan darurat di terminal Bandara, Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Sam Ratulangi melaksanakan edukasi tentang pencegahan kebakaran dan evakuasi.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (8/4/2021) pagi itu meliputi pelatihan pencegahan, penanggulangan bahaya kebakaran dan evakuasi keadaan darurat yang melibatkan lebih dari 30 perwakilan mitra kerja yang ada di Terminal Bandara serta 20 personel internal yang bertugas di Terminal.

“Dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan, Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Sam Ratulangi, mengerahkan seluruh Tim dalam kegiatan pencegahan, penanggulangan bahaya kebakaran dan evakuasi keadaan darurat,” ujar General Manager Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus Gandeguai.

Hal ini, kata dia, sebagai wujud bukti keseriusan PT Angkasa Pura I jika kondisi darurat terjadi di terminal bandara yang dapat merugikan perusahaan, tenaga kerja maupun produktivitas kerja. “Serta memberikan rasa nyaman terhadap para stakeholder dan pengguna jasa penerbangan,” ungkapnya.

Ditambahkan Airport Operation, Services and Security Senior Manager, Yusman, bahwa kegiatan ini juga turut melibatkan seluruh unit-unit kerja terkait yang ada di Bandara Sam Ratulangi Manado.

“Kegiatan seperti ini juga akan kita laksanakan secara rutin kedepannya. Supaya semua pihak terkait hingga pengguna jasa lebih memahami lagi cara-cara menghadapi keadaan dan kondisi darurat yang bisa terjadi,” bebernya.

Yusman pun menyampaikan bahwa seluruh peralatan keselamatan yang ada di Bandara Super Hub milik Sulawesi Utara ini, semuanya dalam kondisi normal dan siap untuk digunakan sewaktu-waktu.

“Kami lakukan secara rutin pengecekan peralatan-peralatan yang ada, baik itu fire alarm, hydrant box, juga peralatan-peralatan lainnya. Kami juga rutin mengecek para tenant-tenant atau mitra usaha yang menggunakan peralatan yang kemungkinan dapat menimbulkan kebakaran,” jelasnya.

Adapun unit yang terlibat dalam kegiatan terdiri dari Tim Airport Technologi menjelaskan sistem proteksi pasif yang terpasang di terminal bandara seperti Fire Alarm dan Fire Detector, lalu Tim Electrical yang berbagi tips penggunaan listrik dengan bijak.

Kemudian ada Tim Airport Operation Landside Terminal yang menyampaikan informasi jika terjadi keadaan darurat. Selanjutnya ada Tim Airport Rescue & Fire Fighting (ARFF) mengedukasi penggunaan APAR untuk memadamkan kebakaran yang disebabkan Listrik.

Disamping itu, ada juga pemaparan dari Tim Mechanical yang menjelaskan sistem Sprinkler dan pengoperasian Indoor Hydrant Box, serta Tim Safety mengedukasi terkait prosedur evakuasi, lokasi tangga darurat, pintu darurat serta jalur evakuasi menuju titik kumpul yang aman.

Selain edukasi, dilakukan juga simulasi ketika terjadinya keadaan darurat yakni kebakaran di dalam gedung Bandara. Pantauan wartawan SINDOMANADO.COM, para peserta dan tim yang ikut dalam simulasi ini tampak sigap dalam menanggulangi kebakaran yang terjadi. (Fernando Rumetor)