Kepala Panti Asuhan Bartemeus Puji Pelayanan Kantor Imigrasi untuk Disabilitas

oleh -
Petrik didampingi Pdt Sem usai mendapat pelayanan pembuatan pasport. (FOTO: Istimewa)

MANADO- Pelayanan Ramah Hak Asasi Manusia (HAM) kepada Petrik Batali, penyandang disabilitas tuna netra menjadi yang pertama dilayani secara khusus di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Rabu (21/4/2021).

Pendeta (Pdt) Sem Runtuwene sebagai pendamping Petrik, sekaligus Kepala Panti Asuhan Bartemeus, tersentuh terhadap pelayanan pasport yang dilakukan Kantor Imigrasi terhadap penyandang disabilitas yang kadang dilupakan.

“Dalam kaitan dengan pelayanan ini kami memang sangat tersentuh, kalau bicara tentang disabilitas kadang-kadang dilupakan. Nah anak-anak kami khususnya Patrik ini dia sudah ke mana-mana di Indonesia,” ungkap Pdt Sem.

Pdt Sem menjelaskan, Petrik pernah mewakili Sulawesi Utara (Sulut) untuk Bintang Vokalia. Petrik diminta secara tiba-tiba pelayanan dari negara karena tidak ada biaya dalam pembuatan pasport.

Kepala Panti Asuhan Bartemeus ini memberi aspirasi kepada Kantor Imigrasi yang peduli kepada mereka yang membutuhkan.
“Tentu kami memberikan aspirasi, ibaratkan seorang ibu, seorang bapak yang peduli, mungkin inilah kita coba mengidentifikasikan keadaan Imigrasi terhadap mereka yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Pembuatan pasport membantu mereka dalam program potensi di Sulut. Pdt Sem juga mengkonfirmasi kepada Imigrasi untuk program dalam hal berpergian, mengusul dua anak panti agar terjaga dalam perjalanan. “Kegiatan-kegiatan yang bersifat kesenian dan olahraga minimal kita sudah tertolong karna penggunaan pasport ini lima tahun ke depan jadi saya sudah konfirmasi kalo kemungkinan Imigrasi nanti ada program tentang hal apa saja berhubungan dengan berpergian, kita usul si Patrik dan si Zrfanya untuk mereka juga supaya terjaga di dalam perjalanan,” tutur Pdt Sem Runtuwene. (Christy Tamanampo/mg)