Lanal Melonguane Kembali Bagi-Bagi Singkong ke Masyarakat Perbatasan Miangas

oleh -
Tampak hasil panen singkong siap dikirim ke Pulau Miangas. (FOTO: Istimewa)

TALAUD – Program Ketahanan Pangan Lanal Melonguane yang dilaksanakan sejak awal wabah Covid-19 melanda, terbukti bukan hanya dapat mendukung ketahanan pangan internal Lanal Melonguane. Namun bermanfaat bagi masyarakat di pulau kecil terluar di perbatasan paling utara NKRI yang berada di bibir Samudera Pasifik.

Wabah Covid-19 yang belum juga selesai dan dampak siklon tropis Surigae yang terjadi di Pasifik Utara yang mengakibatkan cuaca buruk sehingga nelayan tidak dapat melaut serta menjadikan terhambatnya transportasi laut yang mengangkut penumpang dan barang ke pulau-pulau kecil terluar menjadikan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Pulau Miangas semakin menurun.

Cukup banyaknya tanaman singkong yang ditanam dalam program Ketahanan Pangan Lanal Melonguane menjadikan singkong tersebut sepertinya tidak habis-habis walaupun telah dipanen berulang kali oleh perajuirt Lanal Melonguane.

” Dengan program ketahanan pangan khususnya penanman singkong, kami membagikan hasil panen singkong ke warga pulau Miangas,” ucap Danlanal, Letkol. Marinir Adi Sucipto,S.T.,M.Tr.Han kepada sejumlah media.

Menurutnya, program yang selama ini konsisten dijalankan, Lanal Melonguane kembali melaksanakan panen singkong untuk kemudian dikirim ke Pulau Miangas dengan Kapal Sabuk Nusantara 69 dan selanjutnya dibagikan kepada masyarakat pulau kecil terluar tersebut secara gratis.

Bersama Letda. Laut (T) Tarsono selaku Pgs. Danposal Miangas yang menggantikan Kapten Laut (P) Maman Badruzaman bersama anggota Posal Miangas bekerjasama dengan pemerintah desa Miangas, membagikan hasil panen singkong program Ketahanan Pangan Lanal Melonguane kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Posal Miangas.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah disiplin melaksanakan perintah yang diberikan untuk terus konsisten berkontribusi positif serta membantu mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat sekitar sebagaimana disebutkan dalam 8 (delapan) Wajib TNI,” pungkas Sucipto.

Pamen berpangkat Letkol Marinir yang memiliki kualifikasi peterjun free fall, komando hutan (Kohut), para dasar dan selam ini menyampaikan bahwa Lanal Melonguane akan meningkatkan programnya selain program Ketahanan Pangan yang selama ini telah berjalan.

Selain itu, pihaknya juga lakukan Program Pembinaan Kampung Bahari Nusanara di beberapa desa pesisir di Kabupaten Kepulauan Talaud guna mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan sektor pendidikan, ekonomi, pariwisata, kesehatan dan pertahanan.

“Semoga Program ini dapat berjalan dengan baik ,didukung oleh banyak pihak serta nantinya dapat menjadi pilot project program peningkatan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan yang dapat meningkatkan Ketahanan Nasional,” jelasnya. (Jasman)