Oskar: Kampung Tangguh Nusantara, Siap Lawan Covid-19, Ekonomi dan Kesehatan

oleh -
Launching Kampung Tangguh Nusantara (KTN), yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Paret, Kecamatan Kotabunan, Rabu (5/5/2021). (FOTO: Istimewa)

BOLTIM – Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Oskar Manoppo bersama Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK, melakukan gunting pita dalam launching Kampung Tangguh Nusantara (KTN), yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Paret, Kecamatan Kotabunan, Rabu (5/5/2021).

Launching Kampung Tangguh Nusantara (KTN), yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Paret, Kecamatan Kotabunan, Rabu (5/5/2021). (FOTO: Istimewa)

Dalam sambutannya, Oskar menyampaikan permohonan maaf dari bapak Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto yang tidak sempat hadir, karena ada urusan yang tak kalah pentingnya dan menugaskan beliau, untuk menghadiri launching kampung tangguh Nusantara di Kotabunan. Oskar mengatakan, kampung tangguh merupakan kampung yang siap tangguh dari segala hal diantaranya, siap melawan kondisi Covid-19 dan tangguh dalam persoalan kesehatan, ekonomi, pangan, serta kelangkaan pupuk dan lain sebagainya,” kata Oskar.

Launching Kampung Tangguh Nusantara (KTN), yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Paret, Kecamatan Kotabunan, Rabu (5/5/2021). (FOTO: Istimewa)

Lanjutnya, imbauan pemerintah akan penerapan protokol kesehatan, pencegahan penyebaran Covid-19 selalu dilaksanakan dan harus patuhi bersama. Pasalnya, Idul Fitri kali ini adalah putaran kedua Covid-19, sesudah tahun 2020 lalu. “Perlu disampaikan kepada seluruh  masyarakat, jika pandemi Covid-19 terus ada, dan belum tuntas. Maka, seluruh tatanan kehidupan dari ekonomi, kesehatan dan sosial akan runtuh sia-sia, jika masyarakat tidak patuh pada aturan pemerintah,” tegasnya.

Kenapa demikian, karena jika penyebarannya terus mengalami peningkatan, maka akan tentu menguras anggaran termasuk APBD, kemudian negara akan bangkrut. Dari total Rp250.500 triliun APBN itu, hampir Rp600 Triliun penanganan Covid-19, artinya kondisi pertumbuhan negara ini stagnan.

Launching Kampung Tangguh Nusantara (KTN), yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Paret, Kecamatan Kotabunan, Rabu (5/5/2021). (FOTO: Istimewa)

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia itu minus 2,5. Sehingga, dengan adanya kampung tangguh ini, diharapakan masyarakat dapat bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sebagai himbauan pemerintah pusat dari surat edaran Mendagri juga Kapolri, yang melarang adanya kerumunan lebih, buka puasa bersama, halal bi halal dan mudik lebaran,” terangnya.

Dipenghujung acara Oskar juga menyerahkan bibit ikan air tawar dan bibiit jagung kepada sejumlah Sangadi se-Kecamatan Kotabunan, untuk dibagikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. (Adv)