Pemprov Sulut Genjot Program Pengembangan Desa Berlistrik di Daerah Kepulauan

oleh -
Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Sulut, Micriority Maki. (istimewa)

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, termasuk pemenuhan listrik yang menjadi kebutuhan.

Salah satu program yang digenjot saat ini, yakni Pengembangan Desa Berlistrik untuk daerah kepulauan di Kabupaten Sitaro, Talaud dan Sangihe.

“Program ini sementara berjalan dengan kita berkoordinasi bersama PLN. Memang tahun 2021 ini, pemenuhan listrik diprioritaskan untuk desa-desa di wilayah kepulauan,” ungkap Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Sulut, Fransiskus Maindoka melalui Kabid Ketenagalistrikan, Micriority Maki di Manado, Selasa (4/1/2021).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 18 desa yang belum dialiri listrik oleh PLN. Program ini nanti akan menyasar belasan desa tersebut supaya bisa menikmati listrik sepenuhnya.

“18 desa tersebut terletak di Sangihe dan Talaud. Warga desa tersebut hanya menggunakan genset. Aliran listriknya memang sangat terbatas,” ucap Micri, sapaan akrabnya.

Menurut dia, program Pengembangan Desa Berlistrik sudah dimantapkan sejak tahun 2019. Meski begitu, program ini belum berjalan karena ada sejumlah penyesuaian hingga terhenti sementara saat pandemi Covid-19 di tahun 2020.

“Setahu saya waktu lalu sudah siap jalan. Tapi memang ada perubahan karena pemerintah pusat menyarankan pembangkit listrik harus Energi Baru Terbarukan (EBT). Setelah disesuiakan, pandemi melanda negara ini termasuk di Sulut,” tuturnya.

Ia optimis pelaksanaan program Pengembangan Desa Berlistrik tersebut akan berjalan baik di 2021.

“Kita terus koordinasi bersama PLN. Dan semuanya berjalan lancar hingga kini. Rencananya akan dibangun PLTD dan PLTS untuk mengaliri listrik PLN di desa-desa wilayah kepulauan,” tukasnya.

Micri menambahkan, tahun ini pihaknya telah menuntaskan pemasangan sebanyak 121 buah Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar di Kabupaten Sitaro, Talaud, Minsel, Minut dan Sangihe.

“Titik-titiknya yakni di ruas jalan umum dan pemukiman masyarakat. Ini merespon permintaan masyarakat di wilayah tersebut,” tandas pejabat asal Langowan, Minahasa tersebut. (rivco tololiu)