Antisipasi Pendatang Luar Daerah, Pemkab Boltim Perketat Pengawasan, Pos Jaga hingga 17 Mei

oleh -
Bupati Sam Sachrul Mamonto bersama Kapolres Boltim saat meninjau pos penjagaan di perbatasan Boltim-Kotamobagu. (FOTO:Istimewa)

MANADO- Upaya mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bersama institusi terkait dalam hal ini Polres Boltim. Salah satunya dengan mendirikan pos penyekatan perlintasan untuk pengamanan Idul Fitri 1442 H di perbatasan daerah yang dijaga ketat. Menurut Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, pendirian pos penyekatan antarabupaten/kota ini merupakan perintah Pemerintah Pusat bahwa di setiap perbatasan harus dilakukan penyekatan untuk menghindari warga yang mudik dari luar daerah. “Upaya ini sudah kita lakukan selama dua hari, mulai 6 Mei kemarin dan akan berakhir pada 17 Mei mendatang. Gunanya agar masyarakat Boltim bisa terlindung dari Covid-19 yang terbawa dari luar daerah,” ujar Bupati didampingi Kapolres Boltim AKBP Irham Halid, saat meninjau pos penyekatan di perbatasan Kabupaten Boltim dan Kota Kotamobagu, belum lama ini.

Selain itu, kata Bupati, sebagai bentuk keseriusan dalam menangani pandemi Covid-19,  Pemkab Boltim juga telah melaksanakan vaksinasi massal beberapa waktu lalu. “Vaksinasi massal itu kita laksanakan agar masyarakat Boltim benar-benar sehat. Dan Boltim satu-satunya daerah di sulawesi utara yang telah melaksanakan vaksinasi massal,” sebutnya.

Masih menurutnya, fungsi dari pemerintah adalah melindungi masyarakatnya dari virus yang berbahaya ini. Sebab virus corona ini sudah memakan puluhan ribu bahkan jutaan korban di dunia. “Kalau kita hanya biarkan dan anggap remeh, itu bisa terjadi pada kita. Maka ini adalah salah satu upaya pemerintah bagaimana kejadian ini tidak lagi terjadi di Indonesia terutama di Boltim yang kita cintai,” harapnya.

Lebih lanjut ia pun mengimbau kepada masyarakat, agar lebih meningkatkan lagi kesadaran untuk tidak pernah menganggap bahwa virus corona ini tidak ada. “Ada banyak teman-teman kepala daerah yang terjangkit virus ini dan tidak hanya sedikit. Jadi jangan menganggap korona ini tidak ada, kita tetap harus waspada jangan sampai mendapat virus ini baru kita menyesal,” imbaunya.

Pantauan di lapangan, pemudik yang datang dari luar provinsi Sulawesi Utara tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Boltim. Kecuali pemudik yang ada dalam provinsi, seperti Manado dan daerah lainnya di Sulut. Selain itu, banyak pengendara yang terjaring tidak memakai masker dihentikan petugas dan dilakukan tes swab antigen oleh Dinas Kesehatan melalui petugas Puskesmas Modayag Barat. “Anjuran pemerintah, kalau masih dalam provinsi itu bisa mudik, kalau dari luar provinsi tidak bisa. Karena yang kita jaga adalah penularan yang terbawa dari luar. Dan untuk warga Boltim yang mudik misalnya dari Manado ke Boltim, harus membawa surat keterangan rapid test. Karena penyekatan di perbatasan ini dilaksanakan selama dua minggu. Artinya warga yang masuk di Boltim harus benar-benar steril,” tandasnya.

Kapolres Boltim AKBP Irham Halid  juga berpesan kepada personel yang bertugas di lapangan, agar melakukan tugas pengamanan ini secara humanis namun tegas. “Mudah-mudahan semua kegiatan dalam pelaksanaan tugas ini dapat berjalan secara baik serta maksimal,” singkat Irham. (Novianti Kansil)