Maksimalkan Penanganan Covid-19, Mantiri Sambangi Wilayah Zona Merah

oleh -
Wali Kota Bitung turun memantau. (FOTO: Istimewa)

BITUNG – Keseriusan pemerintah Kota Bitung untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, bukan hanya isapan jempol. Buktinya, tanpa diagendakan Wali Kota Bitung Maurits Mantiri turun langsung meninjau situasi di wilayah-wilayah kategori zona merah.

Berdasarkan data Selasa (27/7/2021), untuk kelurahan yang masuk kategori zona merah di Kota Bitung menyisahkan 4 kelurahan yaitu Kelurahan Manembo-Nembo Atas Kecamatan Matuari dengan 8 kasus, Kelurahan Girian Atas Kecamatan Girian 6 kasus, Kelurahan Pinasungkulan 8 kasus dan Kelurahan Madidir 6 kasus di Kecamatan Wangurer Barat. “Kami mengecek langsung bagaimana penanganan di tingkat kelurahan terkait pencegahan, pengendalian dan penanggulangan pandemi Covid-19. Apalagi mereka yang zona merah,” tegas Maurits Mantiri disela-sela peninjauan, Rabu (28/7/2021).

Dia menyebutkan, dari data terakhir yang dihimpun, Selasa (27/7/2021), di Kota Bitung ketambahan 23 kasus aktif Covid-19 dengan rincian 1.900 total kasus positif Covid-19, sembuh 1.744, meninggal dunia 48 dan total kasus aktif 108. “Oleh karena itu, kita seriusi penanganannya. Diharapkan trennya terus menurun. Peran serta warga sangat diharapkan dengan mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya lagi.

Maurits mengajak warga Kota Cakalang, di masa PPKM Level 4 ini, warga tetap enjoy mengikuti arah pemerintah. “Mari sama-sama menahan diri selama masa PPKM, agar kita bisa melewatinya dengan baik. Jangan takut, tetap enjoy karena dengan hati gembira serta semangat jangan kendor adalah obat menangkal Covid -19,” ajaknya.

Setelah meninjau secara ajak kelurahan-kelurahan kategori zona merah, Maurits juga meninjau kesiapan rumah sakit darurat di Tower Tenggiri Rusunawa di Kelurahan Sagerat Weru 1 Kecamatan Matuari Bitung.

Pada kesempatan tersebut, Maurits menanyakan progres dan kesiapan kepada Plt Asissten I Setda Kota Bitung Julius Ondang. “Kita akan segera memasang sekat di bagian belakang agar memisahkan lokasi yang ada penghuninya. Begitu juga dengan akses jalan di antara tower Tenggiri dan Malalugis oleh Dinas Perhubungan akan diatur terpisah,” terang Ondang kepada Maurits. (Jackmar Tamahari)