Ini 5 Langkah Meningkatkan Oksigen dalam Darah

oleh -
Oksigen rendah merupakan salah satu gejala paling umum dan berbahaya dari Covid-19. (FOTO: Istimewa)

JAKARTA – Cara meningkatkan oksigen dalam darah bisa dilakukan dengan lima langkah. Oksigen rendah sendiri merupakan salah satu gejala paling umum dan berbahaya dari Covid-19 .

Akibatnya, mereka menghadapi masalah pernapasan akut. Penurunan kadar oksigen seperti itu telah menjadi alasan terbesar di balik begitu banyak korban selama pandemi Covid-19 .

Dalam kasus diagnosis positif, atau jika Anda mulai merasa sesak napas, dianjurkan pemantauan saturasi oksigen secara berkala menggunakan oksimeter. Menurut dokter, jika oksigen turun di bawah 94%, bisa menjadi tanda yang berbahaya. Dengan atau tanpa diagnosis Covid-19 , bukan berarti Anda harus panik.

Jika tidak bisa mendapatkan tempat tidur rumah sakit atau tabung oksigen, Anda masih dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan oksigen dalam darah di rumah.

Dilansir dari Icicilombard pada Jumat (10/9/2021), berikut lima cara meningkatkan oksigen dalam darah.Proning adalah posisi terbaik untuk meningkatkan kadar oksigen tubuh Anda. Ini terbukti secara ilmiah dan direkomendasikan oleh sebagian besar dokter. Dalam metode ini, Anda harus berbaring tengkurap dengan dada terangkat menggunakan penyangga bantal.

Anda dapat meletakkan satu bantal di bawah leher dan dua bantal di bawah tulang kering dan berbaring tengkurap. Anda juga bisa berbaring miring ke kanan atau kiri atau duduk dengan sudut 90 derajat dalam posisi “fowler” dan berlatih pernapasan cepat.

Saat Anda melihat penurunan level oksigen, disarankan untuk tetap dalam posisi tengkurap setidaknya selama 2 hingga 3 jam. Ini akan meningkatkan ventilasi di paru-paru karenanya tingkat saturasi oksigen akan mulai membaik.

Konsumsi Banyak Antioksidan

Antioksidan memungkinkan tubuh untuk menggunakan oksigen lebih efisien sehingga membantu tingkat saturasi oksigen dara. Oleh karena itu, Anda dapat konsumsi lebih banyak antioksidan seperti blueberry, cranberry, stroberi, blackberry, kacang merah, plum, dan hati artichoke dalam diet harian Anda untuk mempertahankan tingkat oksigen.

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak dan vitamin F. Makanan ini bekerja untuk meningkatkan kapasitas hemoglobin dalam aliran darah untuk membawa oksigen.

Makanan kaya zat besi seperti sayuran hijau, apel, kacang-kacangan, ikan, unggas dan lainnya juga membantu memperkuat sel darah merah tubuh Anda.

Latih Pernapasan Lambat dan Dalam

Pola pernapasan Anda dapat memiliki efek besar pada tingkat saturasi oksigen darah. Dengan mengubah gaya pernapasan, Anda dapat memberikan dorongan yang signifikan untuk tingkat oksigen. Baru-baru ini, para dokter dan ilmuwan telah menemukan bahwa mereka yang bernapas menggunakan dada bagian atas dan menghirup lebih sedikit udara mengalami penurunan kadar oksigen dalam tubuh.

Oleh karena itu, metode pernapasan yang benar melibatkan tarikan napas yang lambat dan dalam, menggunakan diafragma dan bukan dada. Ini akan memungkinkan Anda untuk menghirup udara sebanyak mungkin, dan karenanya, tubuh akan bisa mendapatkan lebih banyak oksigen. Juga, lebih baik bernapas dari hidung daripada mulut.

Minum Banyak Cairan

Menjaga diri tetap terhidrasi adalah metode penting lainnya untuk meningkatkan oksigen dalam darah. Ketika Anda minum banyak air, paru-paru tetap terhidrasi dengan baik, yang meningkatkan kemampuan untuk mengoksidasi dan mengeluarkan karbon dioksida.

Karena itu, tingkat saturasi oksigen tubuh akan meningkat. Juga, minum 2-3 liter air dapat meningkatkan tingkat oksigen dalam darah hingga 5%. Minum banyak air juga membantu dalam mengatur suhu tubuh dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Latihan Aerobik

Latihan aerobik tidak hanya bertindak sebagai katalis untuk aktivitas metabolisme tubuh, tetapi juga membantu meredakan masalah pernapasan dan meningkatkan oksigen. Ini membantu sel-sel tubuh mendapatkan dan memanfaatkan oksigen yang tersedia dengan lebih baik, sehingga meningkatkan oksigen dalam darah.

Cara ini juga meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh. Jika Anda positif Covid-19, latihan aerobik keras tidak disarankan. Yang bisa Anda lakukan adalah melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang dan bersepeda.

SUMBER: Sindonews.com