RATAHAN-Hutan Manggrov di Desa Tumbak Madani Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara menjadi salah satu kawasan hutan terluas penunjang ekosistem hingga kawasan potensial pariwisata. Menunjang hal tersebut, Pemerintah desa setempat pun menggajak para generasi muda untuk secara masiv melakukan pelestarian.

Salah satunya dengan Pembentukan dan memberdayakan Kelompok Pencinta Alam (KPA) Toro’ mira di Desa Tumbak Raya, Selasa 2/11/2021.
Hukum Tua Desa Tumbak Madani Muhamad Ibrahim mengungkapkan, pemberdayaan anak muda lewat KPA ini diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah untuk melaksanakan pelestarian kawasan Hutan Manggrov. Baik itu di wilayah kecamatan Pusomaen, terlebih khusus di Desa Tumbak Raya.
“Harus kita ketahui kawasan Manggrov ini menjadi salah satu ekosistem penunjang keberlangsungan hidup. Baik itu dari sisi ekonomi pariwisata, serta manfaat terhadap abrasi pantai. Maka dari itu KPA Toro’mira ini bisa menjadi salah satu pelopor pelestarian Hutan Manggrov,” ujar Ibrahim.
Sementara itu kegiatan pembentukan KPA ini juga dirangkaikan dengan penanaman Manggrov bersama dengan menggandeng Forum Komunikasi Pencinta Alam (FKPA) Mitra.
Ketua FKPA Mitra Mario Lontaan mengungkapkan, hadirnya KPA Toro’mira di Desa Tumbak Raya ini menumbuhkan semangat baru bagi generasi muda. Apalagi kawasan Tumbak Raya ini menjadi salah satu daerah dengan potensi sumber daya alam pantai dan pantai.
“Lewat kelompok dan forum inilah yang nantinya akan secara masiv berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Tidak hanya meliputi hutan Manggrov, tetapi juga semua yang berkaitan dengan lingkungan,” timpal Mario didampingi Ketua KPA Tora’mira Vandi Daeng Mapato dan Panitia pelaksana kegiatan Yoko Cindra.
(Marfel Pandaleke)