Reses DPRD di Belang, Warga Minta Masker Bagi Anak Sekolah dan Bantuan Nelayan

oleh -110 Dilihat
Anggota DPRD Kabupaten Mitra, Artly Kountur saat menggelar reses. (Foto:ist)

RATAHAN-Warga masyarakat meminta pemerintah Kabupaten untuk bisa memenuhi kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker bagi siswa menjelang pemberlakuan sekolah tatap muka.

Aspirasi ini disampaikan warga dalam reses anggota DPRD Dapil II, Artly Kountur di Kecamatan Belang, Selasa 30/11.

“Ketika proses belajar mengajar tatap muka akan diberlakukan, hal yang harus diperhatikan adalah soal APD. Minimal harus ada masker bagi siswa yang sesuai standar kesehatan serta kesesuaian ukuran,” ujar salah satu warga peserta reses.

Selain kebutuhan bagi siswa, warga ikut meminta agar bantuan bagi nelayan bisa ditingkatkan. Seperti kata warga soal fasilitas tangkap ikan. Pasalnya kebutuhan bantuan bagi nelayan disituasi Pandemi bisa menstimulan produksi ikan.

Menjawab hal ini, anggota DPRD Artly Kountur pun ikut menghadirkan sejumlah dinas terkait diantaranya Dinas Kesehatan. Dirinya memastikan jika kebutuhan APD berupa masker dan bahan pembersih tangan (Handsanitiser) harus diprioritaskan pengadaannya.

“Pemerintah tentunya harus melihat kebutuhan ini. Sebab ada juga anggaran penanganan Covid baik lewat APBD pemerintah daerah, maupun dari Dana Desa. Ini akan kita didorong agar kebutuhan perlindungan diri siswa bisa terealisasi,” ujar Kountur.

Dirinya juga ikut menanggapi terkait bantuan stimulan bagi kelompok nelayan. Kountur berharap para nelayan memiliki kelompok yang memenuhi syarat secara administrasi tang benar dan legal.

Demikian halnya dia menegaskan kepada pihak pemerintah untuk dapat mensosialisasikan perihal setiap bantuan termasuk syaratnya.

“Harus diupayakan jauh hari apabila memang ada anggaran untuk bantuan, tolong itu di share ke masyarakat. Jangan tiba saat tiba akal. Masyarakat dibingungkan soal syarat dan ketentuan segala macam,” timpal Kountur.

Selebihnya kata dia, setiap aspirasi dalam reses ini akan diteruskan ke pemerintah untuk ditindaklanjuti.

(Marfel Pandaleke)