Jelang Akhir Tahun, Waspada Cuaca Ekstrem

oleh
Sejumlah wilayah di Sulut seperti di Kota Manado rawan terjadi bencana pohon tumbang saat hujan deras mengguyur. (FOTO: Istimewa)

MANADO – Menjelang akhir tahun, seluruh wilayah di Indonesia kembali dihadapkan dengan cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan bencana alam, tak terkecuali Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun memprakirakan bahwa cuaca di Sulut menjelang akhir 2021 akan didominasi dengan intensitas hujan sedang hingga ekstrem.

“Cuaca di Sulut di akhir tahun dan awal tahun 2022 diprakirakan didominasi oleh hujan sedang hingga ekstrim disertai kilat atau petir dan angin kencang,” tutur Koordinator Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle, Selasa (30/11/2021).

Lebih lanjut dikatakan Ben, pihaknya terus berkoordinasi bersama dengan para stakeholder terkait untuk menghadapi ancaman bencana akibat dari cuaca ekstrim.

“BMKG Sulawesi Utara terus berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Relawan terkait antisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi di Sulawesi Utara,” tuturnya.

“Sehingga dampak dari peningkatan curah hujan pada akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 dapat diantisipasi bersama,” tambah Ben ketika dihubungi wartawan Sindomanado.com.

BMKG pun mengharapkan masyarakat terus waspada akan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, gelombang ekstrim yang dapat terjadi pada periode musim hujan

“Dan pengaruh fenomena LaNina yang secara umum diprakirakan menambah curah hujan hingga >40 %. Masyarakat dihimbau untuk lebih antisipatif, Dan mengenali kondisi lingkungannya sehingga dapat mencegah potensi bencana yang dapat terjadi,” bebernya.

Masyarakat pun dapat mengupdate informasi dari BMKG melalui berbagai media sosial BMKG Sulut seperti Facebook BMKG Sulawesi Utara dan aplikasi di Playstore infoBMKG.

Sementara itu, Wali Kota Manado Andrei Angouw mengingatkan tentang ancaman bencana apalagi memasuki bulan-bulan yang berpotensi hujan lebat saat ini. Antisipasi Gempa Bumi juga harus diwaspadai agar tidak berdampak besar terhadap kerugian masyarakat.

“Jadi ini menjadi tugas penting dari Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan jadilah ahli pada bidang masing-masing termasuk kesiapan dalam melakukan pemetaan serta sosialisasi tentang potensi bencana seperti simulasi-simulasi untuk daerah-daerah dan lokasi rawan bencana di Kota Manado,” bebernya.

Angouw pun beberapa waktu lalu sudah memimpin Apel Kesiapsiagaan Terpadu Dalam Rangka Antisipasi Bencana yang dilaksanakan di lapangan Apel Polresta Manado. (Fernando Rumefor)