Tatap 2022, Ini Fokus Pengembangan Pegadaian Wilayah V Manado

oleh
Direktur SDM Pegadaian Ridwan Arbiansyah (kiri) bersama Pinwil Pegadaian Wilayah V Manado Edy Purwanto (kanan) . (Foto: istimewa)

MANADO – Menatap tahun 2022, Pegadaian Wilayah V Manado akan berfokus pada bisnis gadai serta mengembangkan kemampuan para Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lewat holding ultra mikro.

Hal itu disampaikan oleh Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Wilayah V Manado, Edy Purwanto kepada awak media di Novotel Manado, Selasa (11/1/2022).

Dikatakan Edy, pihaknya ditargetkan untuk menambah pelanggan sebesar 20% lewat program-program yang menyasar UMKM bersama stakeholder lain di holding ultra mikro yakni Bank BRI dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

“Kami yakin bisa mencapai target tersebut, dimana kami akan menyalurkan kurang lebih Rp1 triliun dengan skema syariah yang akan kita gencarkan,” pungkasnya.

Pihaknya pun akan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada UMKM, sehingga usahanya akan lebih terarah dan mampu bersaing. “Kami akan membangun pemberdayaan ekonomi di tengah masyarakat. Diharapkan mereka (UMKM) akan lebih mandiri, sehingga bisa diberdayakan dengan baik,” ujar Edy.

Lanjut dikatakannya, Pegadaian akan memberikan berbagai kemudahan dan modal kerja berupa pinjaman dana yang kompetitif kepada UMKM yang mampu tumbuh dan berkembang.

Selain fokus pada pengembangan UMKM, menurut Edy di tahun ini Pegadaian akan terus mendorong edukasi tentang industri, layanan, dan produk-produk keuangan yang aman serta terlindungi bagi masyarakat.

“Kami sudah diminta oleh OJK, agar peningkatan inklusi keuangan di Sulawesi Utara harus segera ditindak lanjuti supaya masyarakat tidak terjebak di pemberian pinjaman yang tidak wajar atau rentenir,” terangnya.

“Kami juga berharap agar media membuka akses informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat terkait inklusi keuangan,” imbuh Edy.

Disisi lain, kata Edy, untuk tahun 2021 lalu memang pencapaian bisnis Pegadaian Kanwil V Manado belum menyentuh 100%. “Tetapi dari segi laba sudah tercapai. Adapun kinerja bisnis kita yang dibawah target dikarenakan pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Akan tetapi pihaknya optimis pada tahun 2022 bisa menjalankan bisnis dengan baik dan target-target yang ada bisa tercapai. “Program pemerintah untuk membuka akses agar arus informasi inklusi keuangan bagi masyarakat cepat sampai, kami harapkan hal itu dapat mendorong kinerja bisnis kami,” tutur Edy.(Fernando Rumetor)