Event Internasional Women20 Momentum Promosi Pariwisata Sulut di Mata Dunia

oleh -59 Dilihat
Wakil Gubernur Steven Kandouw bersama jajaran saat menerima kunjungan Panitia Women20. (foto: istimewa)

MANADO – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw menerima kunjungan Panitia Women20 (W20) di ruang kerjanya, Kamis (20/1/2022).

Pertemuan tersebut turut dihadiri inatansi terkait dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang membahas persiapan kegiatannya.

Pelaksanaan event internasional W20 akan berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Kabupaten Minut.

Ini akan menjadi event internasional pertama di Bumi Nyiur Melambai di tahun 2022, yang diyakini menjadi momentum promosi pariwisata Sulut di mata dunia.

“W20 adalah event international pertama pada tahun 2022 ini. Jika sukses, maka Sulawesi Utara, terlebih Likupang akan lebih dikenal dimata dunia,” kata Wagub Steven Kandouw.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini menyebut, Women20 adalah side event dari G20 yang fokus dalam isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

“Event ini diikuti negara-negara maju di dunia. Kegiatan ini akan berlangsung pada 14-16 Februari 2022 di Likupang, Minahasa Utara,” terangnya.

Pertemuan ini dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (P3AD) Sulut, dr Kartika Devi Tanos.

Diketahui, Group of 20 (G20) adalah grup dari 19 negara dan Uni Eropa. G20 merupakan forum Ekonomi dengan posisi yang sangat strategis karena mempresentasikan 60% dari populasi dunia, 75% perdagangan global dan 85 persen dari ekonomi dunia.

W20 adalah salah satu Engagement Group (EG) dari G20 yang fokus dalam isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Indonesia, sebagai presidensi G2O di tahun 2022, juga memiliki komitmen yang kuat dalam mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
W20 yang merupakan salah satu EG, akan berkolaborasl dengan seluruh EG/WG untuk memastikan adanya pengarusutamaan isu gender dan pemberdayaan perempuan dalam deklarasi pemimpin G20. (rivco tololiu)

Adapun isu utama (Priority Issues), yakni:

1. Promotion equality, safety and welfare by eradicating discrimination that impairs women’s participation in the economy

2. Achieving economic Inclusion by supporting MSMEs owned and managed by women

3. Addressing vulnerabilities to increase resmenoe, focusing on women with disability and rural women.