MANADO — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara mencatat pertumbuhan ekonomi daerah ini pada Triwulan I-2026 sebesar 5,54 persen secara year-on-year (y-on-y).
Angka ini mencerminkan ketahanan ekonomi Sulawesi Utara di tengah berbagai dinamika yang terjadi pada awal tahun 2026.
“Ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat, ekonomi Sulawesi Utara Triwulan I-2026 mampu tumbuh 5,54 persen secara year-on-year,” ujar Kepala BPS Sulawesi Utara, Watekhi, saat menyampaikan rilis pada Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, secara nilai, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Utara atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 28,05 triliun pada Triwulan I-2026.
Sementara secara quarter-to-quarter (q-to-q), ekonomi tercatat mengalami kontraksi sebesar 8,02 persen, yang menurut Watekhi merupakan pola musiman yang konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Ekonomi Sulawesi Utara Triwulan I-2026 mencatat pertumbuhan -8,02 persen secara q-to-q, konsisten dengan pola musiman pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Watekhi.
Sejumlah faktor mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan ini. Di sektor produksi, produksi padi tumbuh signifikan sebesar 27,42 persen (q-to-q) dan 4,54 persen (y-on-y).
Penjualan listrik segmen bisnis dan industri juga meningkat masing-masing 6,36 persen dan 2,88 persen (y-on-y). Neraca perdagangan luar negeri pun mencatatkan surplus sebesar US$ 269,40 juta.
Dari sisi mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara tumbuh 109,09 persen (y-on-y), sementara perjalanan wisatawan nusantara meningkat 20,81 persen (y-on-y).
Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut dan udara masing-masing tumbuh 35,69 persen dan 12,50 persen (y-on-y).
Di sisi konsumsi, kredit konsumsi meningkat 0,90 persen (q-to-q) dan 6,68 persen (y-on-y), sementara transaksi QRIS di sektor publik naik 50,11 persen (y-on-y). (nando)


Tinggalkan Balasan