Isu Presiden 3 Periode, Sulut Political Institute dan Rumah Nusantara Gelar Diskusi Hadirkan Narasumber Berkompeten

oleh -145 Dilihat
Tampak kegiatan diskusi yang diinisiasi Sulut Political Institute bersama Rumah Nusantara, kemarin. (Foto: Fernando Rumetor)

MANADO – Sulut Political Institute menggandeng Rumah Nusantara mengadakan diskusi membahas Wacana Presiden 3 periode dan agenda tersembunyi menteri-menteri Jokowi, Rabu (27/4/2022).

Kedua isu tersebut diketahui menjadi isu hangat di tengah masyarakat saat ini. Oleh sebab itu Sulut Political Institute dan Rumah Nusantara membahasnya dengan menghadirkan empat narasumber (Narsum) yang kompeten.

Empat narsum tersebut antara lain Direktur Eksekutif Sulut Political Institute, Melky J Pangemanan; Akademisi Unsrat, John Lengkong; Pengamat Politik Sulut, Taufik Tumbelaka; serta Redaktur Majalah Gatra, Aditya Kirana.

Dalam penyampaiannya, Direktur Eksekutif Sulut Political Institute, Melky J Pangemanan mengatakan wacana presiden 3 periode tergantung kepada konstitusi. Sebab, kata Melky, konstitusi menjadi nilai tertinggi sesuatu keputusan itu mengacu.

“Kalau konstitusi mengatur dua periode maka kita harus mendukung regulasi tersebut,” sebut Melky yang juga anggota DPRD Sulut Dapil Minut Bitung ini,” ungkapnya dalam diskusi santai yang digelar di Cafe K’Mari itu.

Sementara itu, Akademisi Unsrat John Lengkong mengungkapkan, wacana presiden 3 periode merupakan pernyataan beberapa tokoh politik yang memiliki sejumlah kepentingan.

Di satu sisi, Lengkong melihat peran media sangat besar dalam menyebarluaskan wacana tersebut. “Kalau boleh media tidak usah memberitakan lagi wacana ini supaya nantinya tidak ribut lagi,” sebut Lengkong kepada audiens.

Adapun dari segi pengamat, Taufik Tumbelaka melihat sebaiknya elit politik fokus kepada kepentingan masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional. Sebab, di zaman pandemi Covid-19 ekonomi masyarakat sudah cukup terpukul.

“Belum lagi soal harga minyak goreng. Saya rasa di awal tahun 2022 ini kita sepakat bahwa kehidupan terasa berat dengan naiknya beberapa harga-harga barang,” kata Taufik.

Sementara itu, Redaktur Majalah Gatra, Aditya Kirana berharap masyarakat untuk selalu peka terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya kritikan dan masukan dari masyarakat sangatlah penting bagi pembangunan bangsa Indonesia.

“Saya berharap masyarakat memberikan masukan bila kebijakan pemerintah tidak mendukung masyarakat secara keseluruhan,” papar alumnus Fispol Unsrat ini.

Di sisi lain, seluruh narasumber melihat agenda tersembunyi menteri-menteri Jokowi adalah salah satu hal yang wajar. Mengingat posisi mereka sebagai menteri.
Namun, mereka mengingatkan agar menteri-menteri jangan berlebihan dalam bertindak supaya kinerja tidak terganggu.

“Jangan lupa posisi mereka sebagai menteri bukan sebagai calon presiden atau wakil presiden,” tukas mereka.(Fernando Rumetor)