Prestasi, SMAK Pais Kalongan Lulus 100%

oleh -1354 Dilihat
Suasana kelulusan. (Foto: Istimewa)

TALAUD – Peningkatan pendidikan di Kabupaten Talaud sejak dulu sudah merupakan program utama pemerintah daerah, dimana Bupati Talaud Elly Engelbert Lasut tak hentinya menggaungkan agar pendidikan dapat dikedepankan di wilayah perbatasan ini.

Prestasi membanggakan kembali diukir Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK) Pais Kalongan setelah pada Jumat (6/5/2022) berhasil menamatkan 10 siswa dan lulus 100 persen.

Pelaksanaan wisuda purna siswa SMAK Pais Kalongan di BPU Kalongan Utara itu dihadiri oleh Camat Kalongan PO Tarelluan, S IP, MSI, Inangu Wanua Maatilen Yusuf Paraisu, Kades Kalongan Selatan Yunitel Taruh, Kades Kalongan John Bawenti, Kades Kalut K. Sasegade, sejumlah Kepala Unit Kerja, tokoh adat dan tokoh masyarakat, orang tua siswa serta undangan lainnya.

Camat Kalongan PO Tarelluan, SIP, MSI menegaskan, sebagai warga Maatilen Kalongan kita berbangga karena di Kecamatan Kalongan dunia pendidikannya berhasil meski di tengah keterbatasan.

“Kita warga Maatilen bersyukur karena memiliki SMAK Pais yang sudah mampu bersaing dengan sekolah lainnya di daerah ini. Dan saya berharap ke depan guna mendukung keberhasilan sekolah dan memudahkan kita untuk menyekolahkan anak kita, mari mulai sekarang daftarkan putra putri Maatilen di SMAK Pais Kalongan,” ucap Tarelluan.

Menurut dia, SMAK Pais Kalongan yang hadir sejak tahun 2016 ini, saat ini telah terakreditasi dan memiliki tenaga guru yang berkualitas di bidangnya. “Untuk itu adalah tanggung jawab kita bersama dalam memajukan sekolah yang kita cintai dan banggakan ini,” tutupnya..

Dalam penamatan ke-4 pada tahun ajaran 2021-2022 ini merupakan berkat besar bagi kecamatan Kalongan karena putra putri terbaik kecamatan Kalongan telah berhasil menamatkan dirinya di SMAK Pais Kalongan dan selanjutnya siap untuk menjelaskan lebih lanjut tinggi lagi yakni di bangku kuliah nanti.

“Apa pun kekurangan kami namun kami tetap berjuang karena kami hanya memiliki satu cita dan damba di mana kami hanya mampu mendidik generasi penerus. Meski sindiran di mana sekolah kami hanya berdiri di bawah pohon kelapa namun tidak mengendorkan semangat juang kami mendidik generasi kita. Karena di pundak merekalah kita menggantungkan harapan kedepan,” ujarnya.

Dalam penamatan 10 siswa tersebut, Manambe menitipkan 3 hal yakni pertama, tentukan target dan tujuan hidup karena kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya melainkan hasil jerih payah.(Jasman)