Investasi di Malalayang Satu Mulai Dirasakan Rakyat, Gubernur OD: Perlu Didorong untuk Lindungi Pemukiman 

oleh
Kegiatan investasi yang mulai dirasakan masyarakat pesisir, sudah kembali berlanjut guna melindungi pesisir dari gelombang pasang. (foto: istimewa)

MANADO – Kegiatan investasi yang bernilai Rp2 triliun di Malalayang Satu, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kini dampak positifnya mulai dirasakan rakyat.

Pasalnya investasi yang diproyeksikan bakal menghadirkan serupa Pantai Indah Kapuk (PIK), dengan pengembang PT TJ Silfanus, berhasil menjadi penghalang dan pemecah ombak untuk wilayah pesisir di Malalayang Satu.

“Iya kita sudah merasakan dampaknya. Tahun ini kita tidak dilanda ombak pasang. Karena memang sebelum-sebelumnya, ketika musim badai seperti saat ini, pemukiman Malalayang Satu ini sering hancur-hancuran diterjang ombak pasang. Kalau sekarang, rumah masyarakat di pesisir sudah mulai aman,” ungkap Jan Darma, warga pesisir Malalayang Satu.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey (OD) menyatakan dukungan atas kegiatan investasi 2 triliun yang dilakukan PT TJ Silfanus. Dirinya menilai bahwa kegiatan investasi tersebut harus berlangsung karena, akan memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini perlu kita dorong maksimal. Karena kita tahu bersama, dari dahulu kala, wilayah Malalayang Satu ini ketika ombak besar, rumah-rumah disana akan jadi korban. Nah investasi ini akan menjadi tanggul penahan ombak. Sehingga pemukiman akan aman kedepannya,” bebernya.

Gubernur OD juga mengatakan bahwa, untuk kelancaran investasi dirinya akan pasang badan agar investasi tersebut kembali beroperasi usai menemui banyak hambatan dalam pelaksanaannya. “Investasi 2 triliun ini tidak boleh keluar dari Kota Manado. Sudah sangat sulit saat ini untuk mendatangkan investasi. Apalagi kegiatan investasi ini bukan bersifat monopoli, tetapi akan mensejahterakan masyarakat dan melindungi lingkungan dan pemukiman. Jadi harus kita dukung sepenuhnya. Siapa yang mau menghalangi atau menghambat, akan berurusan dengan saya,” ungkapnya.

Dirinya juga berperan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ataupun lintas instansi untuk ikut mengawal dan mendukung kegiatan investasi Malalayang Waterfront.

“Saya sudah sampai-sampaikan bahwa pemukiman di wilayah pelaksanaan investasi itu sangat rawan untuk gelombang pasang dan abrasi. Kalau tidak ada penahan ombak, maka sasarannya adalah pemukiman warga. Jadi investasi ini juga untuk melindungi pemukiman. Dampaknya sangat besar bagi pemukiman sekitar dan daerah. Jadi kalau ada hambatan tolong teman-teman TNI/Polri bantu kawal. Karena ini untuk kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.

Dengan nilai investasi yang menyentuh Rp2 triliun tersebut, menurut Gubernur OD, akan sangat membantu roda perekonomian daerah.

“Bayangkan berapa banyak serapan tenaga kerja nantinya. Berapa banyak efek domino atau perputaran uang di lokasi situ. Sementara pembangunan saja, akan banyak menyerap tenaga kerja. Apalagi jika sudah beroperasi. Jadi jangan coba-coba menghambat investasi di Malalayang Satu. Karena dokumen mereka itu sudah lengkap. Tidak ada pelanggaran lagi yang ditemukan. Kalau ada saya sudah sampaikan ke investor harus diselesaikan. Kan waktu lalu saya sudah bertemu Komnas HAM, itu saya sudah jelaskan, dan semua menerima,” kuncinya. (rivco)